www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Lebih 1000 Orangutan Terancam Nyawanya Akibat Deforestasi

Posted by On 07.01

Lebih 1000 Orangutan Terancam Nyawanya Akibat Deforestasi

Kami gunakan cookies untuk memperbaiki penawaran kami bagi Anda. Informasi lebih lanjut bisa Anda baca dalam penjelasan perlindungan data kami.

Informasi lebih lanjut OK
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Suche
  5. Choose from 30 Languages
  • Albanian Shqip
  • Amharic አማርኛ
  • Arabic العربية
  • Bengali বাংলা
  • Bosnian B/H/S
  • Bulgarian Ð'ългарски
  • Chinese (Simplified) 简
  • Chinese (Traditional) 繁
  • Croatian Hrvatski
  • Dari دری
  • English English
  • French Français
  • German Deutsch
  • Greek Ελληνικά
  • Hausa Hausa
  • Hindi हिन्दी
  • Indonesian Indonesia
  • < li> Kiswahili Kiswahili
  • Macedonian Македонски
  • Pashto پښتو
  • Persian فارسی
  • Polish Polski
  • Portuguese Português para África
  • Portuguese Português do Brasil
  • Romanian Română
  • Russian Русский
  • Serbian Српски/Srpski
  • Spanish Español
  • Turkish Türkçe
  • Ukrainian Українська
  • Urdu اردو
Wrong language? Change it here DW.COM has chosen Indonesia as your language setting.

Penebangan Hutan

Lebih 1000 Orangutan Terancam Nyawanya Akibat Deforestasi

Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni ditandai dengan situasi kritis keberlangsungan hidup orangutan di Sungai Putri, Ketapang, Kalimantan Barat.

Wildlife Photographer of the Year Award

Pemerhati lingkungan mengatakan hutan tropis yang merupakan rumah bagi orangutan di pulau Kalimantan tetap ditebangi, bahkan lebih dari setahun setelah Kementerian Kehutanan Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup memerintahkan penghentian eksploitasi hutan.

Pada hari Selasa (05/06) organisasi lingkungan Greenpeace membuka hasil penyelidikannya di Sungai Putri dengan menunjukkan operasi penebangan berlangsung yang beroperasi pada malam hari dan di kawasan-kawasan yang menjadi rumah orangutan.

Dampak yang ditimbulkan

Hutan seluas 57.000 hektar di kawasan ini dihuni oleh sekitar 1.200 orangutan. Hal yang diungkap Greenpeace ini menjadi ujian bagi pemerintah untuk menegakkan moratorium dan upaya menghentikan eksploitasi hutan lahan gambut, pasca kebakaran musim kemarau yang besar-besaran pada tahun 2015. Kebakaran itu telah menghancurkan 2,6 juta hektar hutan dan mengakibatkan gangguan kesehatan. Industri kayu dan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit telah mengubah lahan gambut berawa menjadi perkebunan industri. Bank Dunia memperkirakan kebakaran itu menyebabkan kerugian sebesar 16 miliar dollar AS.

  • Indonesien Orang-Utans Bedrohung durch Waldrodung (Getty Images/U. Ifansasti)

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Kenalkan, Ini Dina…

    Dina masih bayi saat diselamatkan petugas konservasi dari aksi perdagangan ilegal. Di Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera, banyak anak-anak orangutan tumbuh tanpa ibu, karena induk mereka dibunuh pemburu liar. Anak-anaknya diperjualbelikan.

  • Indonesien Orang-Utans Bedrohung durch Waldrodung (Getty Images/U. Ifansasti)

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Tumbuh tanpa ibu

    Orangutan biasanya sering tinggal dengan induknya sampai mereka berusia enam atau tujuh tahun. Mereka benar-benar tergantung pada ibu mereka selama dua tahun pertama kehidupan mereka, dan disapih pada usia sekitar lima tahun. Di pusat konservasi Sumatran Orangutan Conservation Programm (SOCP), Sumatera Utara, mereka dirawat.

  • Indonesien Orang-Utans Bedrohung durch Waldrodung (Getty Images/U. Ifansasti)

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Butuh waktu lama

    Oleh karenanya, orangutan tanpa induk di pusat konservasi Sumatran Orangutan Conservation Programm (SOCP), Kuta Mbelin, Sumatera Utara ini dididik untuk bisa bertahan hidup di hutan - sebuah proses yang memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

  • Indonesien Orang-Utans Bedrohung durch Waldrodung (Getty Images/U. Ifansasti)

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Jauhi predator

    Mereka juga belajar bagaimana membangun sarang di pohon-pohon dan menjauhi jangkauan predator. Pemburu liar umumnya beroperasi di ekosistem Leuser yang luasnya 2,5 juta hektar, yang menjadi habitat sekitar 6.700 orangutan, dan juga badak, gajah, harimau dan macan tutul.

  • Indonesien Orang-Utans Bedrohung durch Waldrodung (Getty Images/U. Ifansasti)

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Rumah mereka dibabat

    Penebangan hutan di Singkil, Leuser, yang merupakan rumah bagi orangutan dan satwa liar lainnya. Pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit selama ini dianggap sebagai biang keladi kepunahan satwa langka termasuk orangutan, disamping menggilanya perburuan liar.

  • Operasi dilakukan terhadap orangutan yang terluka di di konservasi Sumatran Orangutan Conservation Programm (SOCP), Kuta Mbelin, Sumatera Utara.

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Operasi

    Operasi dilakukan terhadap orangutan yang terluka di di konservasi Sumatran Orangutan Conservation Programm (SOCP), Kuta Mbelin, Sumatera Utara.

  • Indonesien Orang-Utans Bedrohung durch Waldrodung (Getty Images/U. Ifansasti)

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Ditembaki senapan angin

    Ini hasil rontgen seekor orangutan bernama Tengku yang diselamatkan dari perburuan liar. Di tubuhnya bersarang 60 peluru senapan angin.

  • Indonesien Orang-Utans Bedrohung durch Waldrodung (Getty Images/U. Ifansasti)

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Pakai kutek

    Staf SOCP membubuhi kutek di kuku seekor orangutan yang baru selesai dioperasi dan masih kesakitan, agar orangutan tersebut dapat teralihkan pikirannya dari rasa sakit yang diderita pasca operasi.

  • Indonesien Orang-Utans Bedrohung durch Waldrodung (Getty Images/U. Ifansasti)

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Dilepas kembali ke alam liar

    Setelah melewati masa perawatan di SOCP, adaptasi di lokasi konservasi, dan dianggap siap, mereka mulai dilepaskan kembali ke hutan dan dipantau. Perpisahan antara petugas yang merawat mereka dengan kasih sayang tentu bukan perkara mudah.

  • Indonesien Orang-Utans Bedrohung durch Waldrodung (Getty Images/U. Ifansasti)

    Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

    Terancam kehidupannya

    Orangutan Sumatera maupun Kalimantan, saat ini berada dalam status konservasi sangat terancam. Berdasarkan status yang dilabelkan Lembaga Konservasi Satwa Internasional IUCN, orangutan Kalimantan dikategorikan spesies gent ing (endangered), sementara orangutan Sumatera dianggap lebih terancam lagi nasibnya karena masuk kategori kritis (critically endangered). Penulis: Ayu Purwaningsih (vlz)


Foto dan cuplikan drone yang diambil oleh aktivis Greenpeace pada bulan Juli lalu menunjukkan sebuah kanal drainase yang luas penuh dengan air, peralatan berat di atas tanah dan penanaman bibit pohon kayu industri. Padahal bulan Maret lalu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya sudah memperingatkan perusahaan yang bertanggung jawab atas pembabatan itu untuk menghentikan operasi mereka.

Greenpeace: Ini memalukan pemerintah

"Ini sangat memalukan bagi pemerintah Indonesia,yang secara konsisten berjanji untuk melindungi Sungai Putri," tandas Greenpeace dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari AP, eksploitasi hutan Sungai Putri dan investasi Cina di pabrik pengolahan kayu terkait didukung oleh provinsi dan pejabat kabupaten di provinsi Kal imantan Barat.

Perusahaan Indonesia, Moharison Pawan Khatulistiwa, memegang izin dari Kementerian Kehutanan untuk penebangan di hutan dan surat rencana kerja yang disetujui Kementerian Lingkungan Hidu. Greenpeace mengatakan kayu-kayu itu disalpurkan ke pabrik penggergajian dan bisnis furnitur di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat.

ap/vlz(ap)

  • Indonesien SOS geschnitzt in Palmölplantage (All Is Amazing/Nicholas Chin)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Berdampak buruk bagi masyarakat dan spesies langka

    Proyek 'Save Your Souls' karya seniman Lithuania, Ernest Zacharevic ini merupakan bagian dari kampanye keprihatiannya atas dampak perkebunan kelapa sawit terhadap komunitas dan spesies langka di Indonesia. Huruf “SOS” membentang setengah kilometer di lahan seluas 100 hektar di Bukit Mas, Sumatera Utara, dekat ekosistem Leuser.

  • Indonesien SOS geschnitzt in Palmölplantage (All Is Amazing/Nicholas Chin)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Tanda darurat di perkebunan sawit

    "Saya ingin menyuarakan besarnya masalah dampak kelapa sawit," ujar Zacharevic yang membuat proyak tulisan tanda SOS raksasa di perkebunan di Sumatera Utara. "Proyek ini merupakan upaya untuk menarik kesadaran khalayak yang lebih luas." Proyek ini, bekerja sama dengan kelompok konservasi Sumatran Orangutan Society (SOS) yang berbasis masyarakat dan perusahaan kosmetik Lush.

  • Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Mengumpulkan dana kampanye

    Mereka mengumpulkan dana untuk membeli perkebunan melalui penjualan 14.600 sabun berbentuk orangutan tahun lalu. Tujuannya adalah, benar-benar menghijaukan kembali lahan itu, yang sekarang dimiliki oleh sayap organisasi SOS di Indonesia, The Orangutan Information Center (OIC), dengan bibit pohon asli. Akhirnya menghubungkan kawasan itu dengan lokasi penghijauan OIC terdekat.

  • Indonesien SOS geschnitzt in Palmölplantage (Tan Wei Ming)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Mengolah konsep dan bertindak

    Zacharevic berbagi ide kreatif yang sangat berani: Ia bersama kami saat itu dan kebetulan saja tana h yang baru kami beli itu adalah kanvas instalasi yang sempurna, tulis SOS di situsnya. Sekitar seminggu, seniman ini bekerja di lahan itu, menyusun konsep dan akhirnya menebang 1.100 sawit untuk menguraikan pesan ini.

  • Indonesien SOS geschnitzt in Palmölplantage (Skaiste Kazragyte)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Menanam kembali hutan

    Setelah menghijaukan kembali lahan itu,sayap organisasi SOS di Indonesia, The Orangutan Information Center (OIC), menanaminya lagi dengan dengan bibit pohon asli di habitat tersebut sebagai upaya penghijauan.

  • Indonesien SOS geschnitzt in Palmölplantage (Tan Wei Ming)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa d i Perkebunan Sawit Sumatera

    Jadi sorotan dunia

    Sementara itu sang seniman mewujudkan konsep yang digodok bersama sebagai penanda daruratnya kondisi hutan di Indonesia yang banyak digunduli: SOS. Indonesia telah menjadi pusat perhatian dunia dalam upaya mengendalikan emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh penggundulan hutan lahan gambut untuk dijadikan perkebunan bagi industri seperti minyak sawit, pulp dan kertas.

  • Russland Supermarkt Lebensmittel Importverbot Europa (picture-alliance/dpa/V. Astapkovich)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Komitmen perusahaan-perusahaan

    Tanda SOS ini muncul di tengah tekanan yang terus bergulir pada perusahaan kelapa sawit. PepsiCo dan perusahaan kosmetik Inggris Lush telah berkomitmen untuk mengakhiri peng gunaan minyak kelapa sawit - yang ditemukan dalam beragam produk mulai dari sabun hingga sereal .

  • LOGO UNILEVER Firmenzentrale Paris Frankreich (Getty Images)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Meningkatkan transparansi

    Sementara, awal tahun 2018 ini perusahaan raksasa Unilever mengatakan telah membuka informasi rantai pasokan minyak sawitnya untuk meningkatkan transparansi.

  • Indonesien SOS geschnitzt in Palmölplantage (Skaiste Kazragyte)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Masyarakat adat yang tersingkirkan

    Hutan-hutan ini sering berada di daerah terpencil yang telah lama dihuni oleh masyar akat adat, yang mungkin tidak memiliki dokumen yang bisa membuktikan kepemilikan lahan atau dapat bersaing dalam akuisisi lahan di negara Asia Tenggara yang kaya sumber daya.

  • Indonesien - Neue Orangutang Spezies entdeckt (picture-alliance/AP Photo/Sumatran Orangutan Conservation Programme/J. Askew)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Flora dan fauna yang makin menghilang

    Perluasan hutan juga menyebabkan berkurangnya populasi satwa liar. Cuma sekitar 14.600 orangutan yang tersisa di alam liar di Sumatera, demikian perkiraan para pemerhati lingkungan. "Kita semua berkontribusi terhadap dampak merusak dari minyak kelapa sawit yang tidak berkelanjutan, apakah itu dengan mengkonsumsi produk atau kebijakan pendukung yang mempen garuhi perdagangan," papar Zacharevic.

  • Indonesien SOS geschnitzt in Palmölplantage (All Is Amazing/Ernest Zacharevic)

    Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

    Tutupan hutan yang makin menurun

    Para ahli lingkungan mengatakan pembukaan lahan untuk perkebunan pertanian di Indonesia, penghasil minyak sawit terbesar di dunia, bertanggung jawab atas kerusakan hutan. Penutupan hutan telah turun hampir seperempat luasnya sejak tahun 1990, demikian menurut data Bank Dunia. (ap/vlz/Ernest Zacharevic/SOS/rtr/leuserconservation/berbagai sumber)


Laporan Pilihan

Dokumen Rahasia: Industri Sawit Indonesia Tekan UE Longgarkan Standar Lingkungan

Pengusaha sawit melobi pemerintah untuk menekan Uni Eropa agar melonggarkan s tandar lingkungan terhadap komoditas tersebut. Tuntutan itu diajukan di tahap akhir perundingan perjanjian perdagangan baru antara kedua pihak. (16.02.2018)

Polisi Tangkap Keluarga Pembunuh Orangutan di Kalimantan

Sebuah keluarga, termasuk bocah 13 tahun, ditangkap menyusul pembunuhan biadab terhadap seekor orangutan di Kalimantan Timur. Satwa langka itu tewas dengan 70 peluru bersarang di kepala dan belasan luka tusuk. (19.02.2018)

Studi: Populasi Orangutan Menyusut Drastis di Kalimantan

Hampir 150.000 orangutan mati di Kalimantan dalam kurun waktu 16 tahun, kebanyakan karena dibunuh manusia. Peneliti mengungkap populasi satwa yang terancam punah itu menyusut 50% hingga 2015 silam. (16.02.2018)

Dilema Ekonomi Persulit Upaya Restorasi Gambut

Rencana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merestorasi lahan gambut memicu konflik dengan pem erintah daerah. Pasalnya upaya menyelamatkan hutan dan habitat satwa langka mengancam investasi dan pertumbuhan ekonomi (23.08.2017)

Muncul Tanda Bahaya SOS Raksasa di Perkebunan Sawit Sumatera

Seniman Lithuania 'mengukir' bekas perkebunan sawit jadi bertanda “SOS” di tepi hutan lindung Sumatera Utara sebagai ekspresi keprihatinannya atas kehancuran hutan di Indonesia. (14.03.2018)

Bukti Kekejaman Manusia Pada Orangutan

Rumah mereka dibabat dan dibakar pebisnis kelapa sawit. Para induk dibunuh pemburu liar, sedangkan anak-anak orangutan diperdagangkan secara ilegal. (22.11.2016)

  • Tanggal 05.06.2018
  • Kata Kunci lingkungan, orangutan, kayu, habitat, penebangan, gambut
  • Feedback: Kirim Feedback
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink http://p.dw.com/p/2yy7h

Konten terkait

Berpacu Dengan Waktu Selamatkan Orangutan Dari Kepunahan 11.04.2018

Ekspansi perkebunan kelapa sawit musnahkan habitat orangutan Sumatera secara masif. Ilmuwan dan aktivis lingkungan di kamp penampungan orangutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Jambi bekreja keras selamatkan spesies dari kemusnahan.

Regenwald Asien Indonesien

Studi: Pembangunan Jalan Mempercepat Kerusakan Hutan 25.05.2018

Pembukaan akses ke kawasan terpencil seringkali mempercepat laju deforestasi di Indonesia. Temuan tersebut diungkapkan ilmuwan setelah mempelajari jaringan j alan penghubung di lima negara Asia Tenggara.

Kiprah Jerman Selamatkan Orangutan Sumatra 19.01.2018

Frankfurt Zoological Society dari Jerman prihatin melihat terus susutnya populasi orangutan di Indonesia. Berkiprah di Sumatra organisasi ini melatih orangutan peliharaan untuk dilepas liarkan kembali di habitatnya Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Targetnya pulihkan kembali kera besar itu di habitat alaminya.

  • Tanggal 05.06.2018
  • Kata Kunci lingkungan, orangutan, kayu, habitat, penebangan, gambut
  • Kirim Feedback
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink http://p.dw.com/p/2yy7h
Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »