www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Peringati May Day, Forum Perjuangan Rakyat Kalbar Tolak Perpres ...

Posted by On 04.41

Peringati May Day, Forum Perjuangan Rakyat Kalbar Tolak Perpres ...

Peringati May Day, Forum Perjuangan Rakyat Kalbar Tolak Perpres Nomor 20 tahun 2018

Koordinator Lapangan dalam aksi tersebut, Wahyu Setiawan menyampaikan bahwa Perpres nomor 20 tahun 2018 itu dinilai tidak tepat.

Peringati May Day, Forum Perjuangan Rakyat Kalbar Tolak Perpres Nomor 20 tahun 2018TRIBUPONTIANAK.CO.ID/BELLAMasa Aliansi Forum Perjuangan Rakyat (FPR) Kalimantan Barat saat seruan aksi dalam peringatan hari buruh internasional di Taman Digulis pada Selasa (01/05 /2018).

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA), menjadi isu yang cukup menu ai pro dan kontra di Indonesia, tidak terkecuali di Kalimantan Barat.

Dalam seruan aksi yang digelar oleh Aliansi Forum Perjuangan Rakyat (FPR) Kalimantan Barat di Taman Digulis, dalam memperingati Hari Buruh Internasional pada Selasa (01/5/2018), isu TKA juga turut diserukan.

Koordinator Lapangan dalam aksi tersebut, Wahyu Setiawan menyampaikan bahwa Perpres nomor 20 tahun 2018 itu dinilai tidak tepat.

"Hari ini kami meninjau bahwa Perpres nomor 20 tahun 2018 itu belum tepat. Di Indonesia ada 260 juta penduduk yang pada dasar nya mereka masih membutuhkan lapangan pekerjaan. Di kalbar sendiri, berdasarkan data statistik pemerintah, ada 8 persen pengangguran. Dengan adanya pepres tersebut, hanya akan memyampingkan tenaga produktif yang ada di Indonesia , " terangnya.

Baca: Sejumlah Aliansi di Pontianak Peringati May Day, TNI dan Polri Turut Lakukan Pengawalan

Namun Wahyu juga menilai, bahwa dalam situasi ini kita tidak dap at mengalahkan tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia.

" Situasi ini bukan soal buruh yang datang dari negara Cina dan lainnya. Bukan salah buruh, karena buruh seperti mereka juga patut diberikan perlindungan karena mereka juga buruh migran, sama dengan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar Negeri, mereka juga harus dilindungi, " katanya.

Dalam momentum peringatan hari buruh ini, aksi juga dilakukan untuk mengkampanyekan tentang industri kreatif.

"Hari ini, kita juga ingin mengkampanyekan agar Indonesia membangun industri dasar, bukan seperti saat ini berupa industri nanufaktur dan industri pertanian yang terbelakang. Karena dampak dari tidak terbangun nya industri Nasional, lapangan pekerjaan semakin kecil dan sempit, hal ini yang mesti diperhatikan pemerintah, " katanya.

Selain Perpres, industri, standar upah juga menjadi isu yang diangkat dalam moment peringatan Mayday.

"Cabut PP nomor 78 tahun 2015 tentang pe ngupahan, karena itu tidak sesuai dengan standar kehidupan layak bagi keadaan krisis saat ini. Karena PP nomor 78 merupakan politik upah murah bagi buruh," katanya.

Wahyu juga meminta kenaikan upah buruh dan memberikan jaminan perlindungan baik kesehatan, pendidikan dan juga perlindungan bagi buruh migran.

Selain PP nomor 78, menurut Wahyu perpres nomor 20 tentang tenaga kerja asing, juga harus dicabut.

"Bangun industri Nasional dan hentikan monopoli serta perampasan atas tanah yang terjadi di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Karena ini juga membawa dampak tergusurnya, atau hilangnya tanah milik petani yang akhirnya membawa mereka menjadi kelas buruh," katanya.

Penulis: Bella Editor: madrosid Sumber: Tribun Ponti anak Ikuti kami di Oknum Guru Digerebek di Kamar Hotel Bersama Mantan Siswinya hingga Si Gadis Menangis di Atas Ranjang Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »