www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

DPRD Kalbar Sambut Positif Perpres Nomor 20 Tahun 2018 ...

Posted by On 17.46

DPRD Kalbar Sambut Positif Perpres Nomor 20 Tahun 2018 ...

DPRD Kalbar Sambut Positif Perpres Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pengawasan TKA

DPRD Provinsi Kalimantan Barat memberikan tanggapan positif terkait keluarnya Perpres Nomor 20 Tahun 2018.

DPRD Kalbar Sambut Positif Perpres Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pengawasan TKAKOMPAS IMAGESSebanyak 35 WNA asal China hasil tangkapan petugas Imigrasi Mataram.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia, khususnya dari Tiongkok diakui jadi polemik akhir-akhir ini.

Terlebih pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Te naga Kerja Asing (TKA) yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 26 Maret 2018 lalu.

Kendati ada beberapa aksi penolakan terkait aturan ini di beberapa wilayah Indonesia, DPRD Provinsi Kalimantan Barat memberikan tanggapan positif terkait keluarnya Perpres Nomor 20 Tahun 2018.

Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Markus Amid mengatakan jika merujuk pada pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Perpres yang ditandatangani oleh orang nomor satu di Republik Indonesia ini bertujuan untuk mempermudah birokrasi perizinan dan mempertegas syarat atau kriteria Tenaga Kerja Asing (TKA) yang boleh bekerja di Indonesia.

Baca: Serahkan Hadiah, Herry Ingatkan Konsumen Hati-hati Terima Informasi Berpotensi Penipuan

“Adanya Perpres itu tentunya lebih mempermudah pangawasan TKA di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat,” ungkapnya, Kamis (10/5/2018).

Politisi Demokrat menimpali kebijakan Perpres ini menjadi upaya pemerintah untuk memberi porsi lebih banyak untuk pemberdayaan tenaga kerja dalam negeri. Satu diantara ketentuan Perpres adalah TKA hanya boleh mengisi posisi tenaga ahli.

“Sebenarnya kalau dilihat, di Indonesia juga tersedia banyak tenaga ahli,” katanya.

Ia mengatakan jika pemerintah tidak mengakomodir dan memberi ruang untuk tenaga kerja dalam negeri di posisi tenaga ahli, maka sama saja dengan mencoreng wajah generasi muda dan angkatan kerja Indonesia yang terlampau banyak di era bonus demografi.

“Walaupun saya menyambut baik Perpres itu, saya berharap pemerintah lebih memberdayakan tenaga ahli asal Indonesia. Pemberian ruang untuk TKA merupakan tanda kelemahan. Ini harus jadi evaluasi ke depan,” terangnya.

Markus menimpali jika terjadi tindakan pelanggaran terhadap ketentuan Perpres, maka segera laporkan ke aparat penegak hukum. Ia menegaskan TKA-TKA yang masuk dan bekerja di Indonesia harus ikut aturan.

“TKA dan perusahaan tempat TK A bekerja harus patuh aturan pemerintah. Tidak bisa mereka bawa aturan sendiri. Kelonggaran pemerintah memberi kesempatan investor membawa tenaga ahli dari negara asal tentu jadi koreksi. Sebab, banyak putera dan puteri Indonesia yang punya kapasitas dan kemampuan sebagai tenaga ahli,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino Editor: madrosid Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Penampakan Polwan Sulastri yang Disandera Napi Teroris, Wajah Cantik Babak Belur hingga Gigi Rontok Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »