www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sosialisasi Inklusi Keuangan, Prijono Ingatkan Masyarakat Harus ...

Posted by On 02.45

Sosialisasi Inklusi Keuangan, Prijono Ingatkan Masyarakat Harus ...

Sosialisasi Inklusi Keuangan, Prijono Ingatkan Masyarakat Harus 5C Agar Dilirik Bank

Inklusi keuangan agar masyarakat memiliki akses seluas luasnya terhadap lembaga keuangan. Satu di antaranya perbankan.

Sosialisasi Inklusi Keuangan, Prijono Ingatkan Masyarakat Harus 5C Agar Dilirik BankTRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYAKepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Prijono memberikan pemaparan terkait inklusi keuangan saat Sosialisasi Inklusi Keuangan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, Minggu (8/4/2018).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, ARUK - Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat menggelar sosialisasi keuangan inklusi d i Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, Minggu (8/4/2018).

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalbar Prijono menjelaskan inklusi keuangan dimaksudkan agar masyarakat memiliki akses seluas luasnya terhadap lembaga keuangan. Satu di antaranya perbankan, di mana masyarakat bisa berinterkasi dengan menabung atau meminjam dalam bentuk kredit.

Baca: Bank Indonesia Kalbar Bantu PAUD Perbatasan

“Tapi harus ingat pula bank ini kan bukan lembaga infaq jadi kasi pinjam uangnya dengan cuma-cuma. Bapak ibu yang pinjam harus mengembalikan itu. Bank yang mau kasih pinjam modalnya dia akan lihat kondisi 5C dari bapak ibu sekalian yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Conditon,” papar Prijono.

Prinsip Character (karakter), kata Prijono, ini memfokuskan pada segi kepribadian nasabah. Hal ini bisa dilihat dari hasil wawancara antara Customer Service kepada nasabah yang hendak mengaju kan kredit, mengenai latar belakang, kebiasaan hidup, pola hidup nasabah, dan lain-lain. Inti dari prinsip Character ini ialah menilai calon nasabah apakah bisa dipercaya dalam menjalani kerjasama dengan bank.

Sementara, prinsip capacity menekankan pada kemampuan nasabah dalam menjalankan kewajibannya untuk membayar.

Baca: Hari ini, Para Komunitas dan Penggiat Literasi Sambut Gol A Gong Dengan Gempa Literasi Borneo

“Pinjaman ini kan tidak cuma-cuma, nasabah harus kembalikan. Patut diingat kalau nanti bapak-ibu yang pinjam di bank terus gak dikembalikan, banknya juga bisa ‘meninggal’ lho. Iya karena ada risiko yang dihadapi si bank. Bahkan dampak lebih besarnya atau efek domino bisa mengenai bank lainnya,” jelas Prijono.

Dalam sosialiasi tersebut dihadiri oleh sekitar 100an orang masyarakat sekitar Aruk termasuk para UMKM.

Prijono menambahkan saat ini komitmen perbankan terhadap pengusaha kecil makin baik. BI sendir i sebagai regulator memang mengharuskan perbankan memberikan perhatian khusus pada pengusaha kecil. Hal ini ditunjukkan dari alokasi kredit khusus Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terus meningkat tiap tahunnya. Bila tahun lalu alokasinya baru sekitar 15 persen.

Baca: Jalan Paralel Lintas Timur Sudah Jadi, Masyarakat Diharapkan Seperti Ini

“Tahun ini bank diharuskan mengalokasikan kreditnya untuk UMKM itu sekitar 20 persen,” ungkapnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Mochamad Riezky F Purnomo, mengatakan tingkat literasi keuangan masyarakat di Kalbar masih rendah. Angkanya sekitar 30 persen.

“Itu pun pengetahuan baru sebatas perbankan. Padahal ada banyak lembaga keuangan lainnya. Semoga dengan sosialisasi ini mampu membantu meningkatkan inklusi dan literas keuangan di masyarakat,” kata Rizky.

Dalam kegiatan tersebut turut diadakan sosialisasi ciri keaslian rupiah. Sementara itu, Bank Kalbar secara simbo lis menyerahkan KUR, Kredit Mikro, CSR kepada pengusaha mikro. (nin)

Penulis: Nina Soraya Editor: Nina Soraya Ikuti kami di Begal Nyamar Jadi Polisi, Babak Belur Dihakimi Warga di Pematang Sawah Kepanjen Jatim Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »