www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

KAMMI Kalbar Gelar Diskusi TKA Peluang atau Ancaman?

Posted by On 03.05

KAMMI Kalbar Gelar Diskusi TKA Peluang atau Ancaman?

Citizen Reporter

KAMMI Kalbar Gelar Diskusi TKA Peluang atau Ancaman?

Acara ini juga menghadirkan puluhan audiens dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan aktivis mahasiswa sampai pegiat literasi.

KAMMI Kalbar Gelar Diskusi TKA Peluang atau Ancaman?TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWAKesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Kalimantan Barat adakan diskusi “Lesehan Kultural” dengan mengangkat tema “Tenaga Kerja Asing Peluang atau Ancaman?” yang berlangsung di Kafe Oleng, Jalan Sepakat 2, Pontianak, Senin (23/4/2018).

Citizen Report
KAMMI Kal-Bar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kesatuan Aksi Mahasiswa Mu slim Indonesia (KAMMI) wilayah Kalimantan Barat adakan diskusi “Lesehan Kultural” dengan mengangkat tema “Tenaga Kerja Asing Peluang atau Ancaman?” yang berlangsung di Kafe Oleng, Jalan Sepakat 2, Pontianak, Senin (23/4/2018).

Diskusi yang berlangsung interaktif itu menghadirkan dua orang narasumber, yakni Prof. Dr. Edy Suratman (Dekan FEB Untan) dan Suherman, SE (Ketua KSBSI Kal-Bar) dengan moderator Imran Ramadhan (Ketua Umum KAMMI Kal-Bar).

Acara ini juga menghadirkan puluhan audiens dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan aktivis mahasiswa sampai pegiat literasi.

Baca: Maria Juara 1 Indonesian Idol 2018, Teman Sekelas Ungkap Watak Aslinya

Prof. Dr. Edy Suratman selaku akademisi menyampaikan pandangannya bahwa tenaga kerja asing dibeberbagai Negara itu halal.

“Tenaga kerja asing diberbagai Negara itu halal, sepanjang dia mengisi pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa oleh orang setempat.” Pungkasnya.

Beliau j uga menyampaikan Perpres no.20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing merupakan peraturan yang bagus namun beliau meragukan penerapannya.

“Menurut saya Perpres ini bisa digunakan pemerintah untuk memulangkan TKA yang bekerja pada jenis pekerjaan yang sebenarnya tenaga kerja kita bisa mengisinya. Masalahnya yang terjadi di Indonesia bukan pada peraturannya, melaikan pada penerapannya. Dan itulah yang saya khawatirkan.” Pungkasnya.

Sementara dari sudut pandang aktivis, Heriyanto menyampaikan mestinya 1 orang TKA didampingi oleh 10 orang tenaga kerja lokal.

“Kalau berbicara ahli, maka mengangkat batu saja masa kita tidak ahli dalam mengangkut batu. Saya setuju kalau memang mereka berkerja dengan berdasarkan keahlian mereka, maka dari 1 orang TKA mestinya didampingi 10 orang tenaga kerja lokal. Namun ketika kita lihat yang terjadi hari ini, itu tidak terkontrol dengan baik.” Jelasnya.

  • < /li>
Penulis: Ana Sesar Andani Pangarepo Editor: Rizky Zulham Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Sepasang Ular Kobra Tak Mati Meski Ditembak, Malah Kejar Warga, Akhirnya Tumbang Secara tak Disangka Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »