www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

DPRD Kalbar Nilai Penurunan Jumlah Petani Juga Dialami Negara ...

Posted by On 05.35

DPRD Kalbar Nilai Penurunan Jumlah Petani Juga Dialami Negara ...

DPRD Kalbar Nilai Penurunan Jumlah Petani Juga Dialami Negara Lain

Ia menambahkan untuk mengatasi penurunan jumlah petani, Jepang bahkan nekat mengambil Tenaga Kerja dari Indonesia.

DPRD Kalbar Nilai Penurunan Jumlah Petani Juga Dialami Negara LainTRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANISejumlah petani mulai menanam padi di areal persawahan di tepi Jalan Ahmad Yani II, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (8/4/2018) siang. Semakin pesatnya pembangunan di Kab Kubu Raya berimbas pada semakin sempitnya lahan-lahan garapan untuk persawahan yang digantikan bangunan-bangunan beton. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky P rabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK â€" Anggota DPRD Kabar, Guntur mengatakan penurunan jumlah petani tidak hanya terjadi di Indonesia. Namun, hal ini juga jadi problem bagi negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan Filipina.

“Bahkan penurunan ini juga dialami di Jepang yang bidang pertaniannya terbilang maju,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Rabu (11/4/2018).

Ia menambahkan untuk mengatasi penurunan jumlah petani, Jepang bahkan nekat mengambil Tenaga Kerja dari Indonesia untuk bekerja di bidang pertanian wilayah negeri Sakura itu.

“Di Jepang, kondisinya sama. Pemuda Jepang mau bekerja di kota, sama saja seperti di Indonesia khususnya Kalbar. Pemuda di kampung dan desa mau kerja ke kota,” terangnya.

Baca: DPRD Kalbar Nilai Hal Ini Jadi Sebab Minat Masyarakat Jadi Petani Berkurang

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan minat pemuda yang masih sedikit un tuk bertani harus diubah.

“Kita harap ke depan pemuda kita tidak ada yang berkeliaran ke luar negeri mencari pekerjaan di lahan pertanian. Lahan yang ada di daerah sendiri sangat luas dan bisa dimanfaatkan,” imbuhnya.

Legislatif akan mendorong agar mindset yang ada di benak pemuda terhadap profesi petani menjadi lebih terbuka. Program pertukaran mahasiswa dan tenaga ahli asal Kalbar untuk studi dan belajar di daerah atau negara lain akan diupayakan sebagai cara meningkatkan kapasitas dan keahlian bertani, sehingga menghasilkan produksi yang baik dan berujung kepada kesejahteraan yang tinggi.

“Misalnya berkunjung dan studi di daerah yang pertaniannya maju. Ketika pemuda-pemudi itu dapat ilmu, langsung diterapkan dan diadopsi ke daerah masing-masing,” jelasnya.

Pemerintah juga sudah menggratiskan biaya pendidikan di Sekolah Pertanian Pembangunanâ€"Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPP-SPMA) di Singkawang. Ini guna membangkitkan semangat dan motivasi para generasi muda untuk bertani.

“Ini memang masalah mindset, kita tidak bisa paksakan. Namun untuk menarik minat ini memang perlu sampel bahwa pertanian ini menjanjikan maka mereka akan tertarik. Seperti contoh-contoh sukses pertanian dan sebagainya,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino Editor: Rizky Zulham Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Terungkap Profesi Wanita yang Mau Kabur dan Marah Setelah Tabrak Driver Ojol hingga Kakinya Putus Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »