www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

SEJUK Kalbar Harap Masyarakat Tak Jadi Netizen Rasis

Posted by On 07.10

SEJUK Kalbar Harap Masyarakat Tak Jadi Netizen Rasis

SEJUK Kalbar Harap Masyarakat Tak Jadi Netizen Rasis

Komunitas Peduli Informasi (KOPI) Kalimantan Barat gelar Pelatihan Jurnalistik Anti Hoaks di Belian Room, Hotel Kapuas Dharma 1.

SEJUK Kalbar Harap Masyarakat Tak Jadi Netizen RasisTRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINOKoordinator SEJUK Kalbar, Dian Lestari dan Anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Pontianak Helmansyah Putra Pasaribu berfoto bersama dengan peserta saat Pelatihan Jurnalistik Anti Hoaks yang dinisiasi Komunitas Peduli Informasi (KOPI) Kalbar di Belian Room, Hotel Kapuas Dharma 1, Jalan Imam Bonjol, Minggu (18/2/2018).

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK â€" Komunitas Peduli Informasi (KOPI) Kalimantan Barat gelar Pelatihan Jurnalistik Anti Hoaks di Belian Room, Hotel Kapuas Dharma 1, Jalan Imam Bonjol, Minggu (18/2/2018).

Kegiatan diikuti oleh puluhan pelajar, mahasiswa, perwakilan komunitas, masyarakat umum dan Humas Polda Kalbar. Pelatihan dipaparkan oleh Koordinator SEJUK Kalbar Dian Lestari, Anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Pontianak Helmansyah Putra Pasaribu dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak Reinardo Sinaga.

Koordinator SEJUK Kalbar, Dian Lestari mengimbau agar masyarakat tidak menjadi netizen yang rasis. Pasalnya, ia mendapati kondisi maraknya ujaran kebencian bernada provokatif dan jauh dari kata toleransi di berbagai media sosial (medsos).

“Itu kenyataan yang ditemui di media sosial, bahkan di kehidupan nyata. Intoleransi masih tinggi di kehidupan masyarakat,” ungkapnya saat paparan.

Dian mengatakan masih banyak ma syarakat yang belum menghargai perbedaan. Padahal, perbedaan adalah keniscayaan di Indonesia, khususnya Kalbar.

“Indonesia ini adalah keberagaman. Tuhan menjadikan manusia juga berbeda-beda. Saya mengajak anak-anak muda menghargai perbedaan dan keberagaman seperti di luar negeri. Cari persamaan, jangan cari perbedaan,” terangnya.

Ia menambahkan ketika terus memikirkan perbedaan, maka negara akan berada di ambang perpecahan. Dian ingatkan catatan kelam sejarah konflik antaretnis di Kalbar. Berdasarkan data Polda Kalbar sejak tahun 1950-1999 terjadi 11 kali konflik antaretnis di Kalbar.

“Kalbar sensitif untuk masalah suku dan agama. Penyebab konflik di Kalbar diantaranya struktural seperti konflik penguasaan Sumber Daya Alam (SDA) dan akselerator ketimpangan ekonomi. Pemicunya adalah miskomunikasi isu Suku Agama Ras dan SARA,” jelasnya.

Hoaks SARA biasanya sengaja dibuat untuk menyulut konflik di Kalbar. Ia mengajak masyarakat khususnya netizen medi a untuk tidak diam ketika menemuai rasisme.

“Netizen harus sebarkan nilai-nilai positif perdamaian di cyber space dan dunia nyata. Semakin melawan keberagaman, maka semakin membunuh kemanusiaan. Jangan menjelek-jelekkan agama lain dan merasa paling benar. Pelajari dan pahami keberagaman yang dianugerahkan Tuhan,” harapnya.

Dian berpesan ketika masyarakat temui hoaks, tindakan yang harus dilakukan adalah cek informasi,jangan mudah percaya judul berita bombastis. Masyarakat juga diminta menyebarkan klarifikasi berita fitnah.

“Laporkan web penyebar fitnah, syiar kebencian dan radikalisme ke aduankonten@mail.kominfo.go.id atau aplikasi Masyarakat Telematika (Mastel) Indonesia,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino Editor: Rizky Zulham S umber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Kekasih Terobos Lampu Merah Sambil Bercanda, Wanita di Kediri Tewas Terlindas Truk Kontainer Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »