www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Survey Pilkada: Milton-Boyman Ungguli Putri Gubernur Kalbar

Posted by On 14.01

Survey Pilkada: Milton-Boyman Ungguli Putri Gubernur Kalbar

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Lembaga Kajian Pemilu Indonesia merilis hasil survei jajak pendapat jelang Pilkada Kalimantan Barat tahun 2018. Survei yang mengangkat tema Masyarakat Akcaya (“Tak kunjung binasa”) itu dilakukan untuk mengukur tingkat popularitas, akseptabilitas, kapabilitas, dan keterpilihan bakal pasangan kepala daerah Kalimantan Barat.

Survei ini dilakukan sejak 10 Desember hingga 19 Desember 2017 dengan responden sebanyak 2225 orang dari tiga kota dan 11 kabupaten di Kalimantan Barat. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan Tingkat Kepercayaan 95% dan Margin of error sebesar kurang lebih 2,1%.

Direktur Eksekutive LKPI, Arifin Nur Cahyono mengungkapkan, pasangan yang diuji dalam survei ini diantaranya adalah Pasangan Sutarmidji-Ria Norsan, Karolin Margaret Natasya- Suryadman Gidot, Milton Crosbyâ €"Boyman Harun dan Hildi Hamid-Lasarus.

"Dalam hasil survei ditemukan tingkat pengenalan masyarakat dan kesukaan masyarakat pada nama pasangan bakal calon kepala daerah yang diuji, pasangan Milton Crosbyâ€"Boyman Harun memiliki tingkat popularitas dan disukai oleh masyarakat Kalimantan Barat sebesar 87,2 persen sedangkan Sutarmidji-Ria Norsan 83,2 persen , pasangan Karolin Margaret Natasya-Suryadman Gidot 64,8 persen dan Hildi Hamid-Lasarus 82,7 persen, Sutarmidji-Ria Norsan dianggap bersih dari korupsi oleh 71,2 persen, lalu Hildi Hamid-Lasarus 69,3 persen," papar Arifin dalam keterangannya, Kamis (21/12/2017).

Sedangkan pasangan yang dinilai paling bersih dari potensi kasus korupsi, pasangan Milton Crosby â€" Boyman Harun dinilai oleh 88,7 persen responden sebagai pasangan yang bersih dari korupsi. "Sedangkan pasangan Karolin Margaret Natasya-Suryadman Gidot dinilai sebagai pasangan yang bersih dari korupsi hanya oleh 51,8 persen responden," ta ndasnya.

Tak hanya itu, lanjut Arifin, pasangan Milton Crosbyâ€"Boyman Harun juga dinilai oleh 89,3 persen responden sebagai pasangan yang cerdas dan visioner.

"Mereka juga dikenal bijaksana, memahami sistem birokrasi, memiliki pengalaman memimpin, kemampuan komunikasi yang baik pada masyarakat. Mereka diyakini memiliki kualifikasi yang tinggi ditambah dengan komitmen yang kuat kepada masyarakat yang dipimpinnya," ungkapnya.

Dari hasil survei, Arifin meyakini bahwa Milton Crosbyâ€"Boyman Harun akan mampu merubah wajah provinsi Kalimantan Barat menjadi lebih baik, serta dapat menggiring perangkat birokrasinya untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan mampu menggerakkan ekonomi Kalimantan Barat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Dalam survei ini, responden juga ditanyakan secara spontan dari 4 nama pasangan, mana yang akan dipilih jika pemilihan kepala daerah digelar hari ini?

"Hasilnya, pasangan Pasangan Milton Cr osbyâ€"Boyman Harun dipilih oleh 37,2 persen responden, sedangkan Sutarmidji-Ria Norsan 21,4 persen, Sementara Pasangan Hildi Hamid-Lasarus 17,8 persen dan pasangan Karolin Margaret Natasya-Suryadman Gidot 7,2 persen sementara yang belum memilih sebanyak 16,4 persen," kata Arifin.

Sementara dengan mengunakan cara tertutup dengan pertanyaan yang sama dengan sebelumnya, didapati sebanyak 39,2 persen memilih pasangan Milton Crosbyâ€"Boyman Harun sebagai Gubernur dan wakil Gubenur Kalimantan Barat.

"Sementara yang lainnya sebanyak 18,1 persen memilih Sutarmidji-Ria Norsan dan sebanyak 18,3 persen memilih pasangan Hildi Hamid-Lasarus," katanya.

"Sementara Putri Gubernur Kalimantan Barat Karolin Margaret Natasya yang merupakan Bupati Kabupaten Landak yang berpasangan dengan Suryadman Gidot, Bupati Kabupaten Bengkayang hanya dipilih oleh 8,7 persen masyarakat Kalimantan Bara, dan yang tidak memilih sebanyak 15,7 persen," lanjut Arifin.

Ia menilai, rendahnya tingkat keterpilihan pasangan Karolin Margaret Natasya- Suryadman Gidot sebagai bakal calon kepala daerah Kalimantan Barat disebabkan karena pemberitaan soal skandal video porno mirip Karolin yang sudah menjadi komsumsi publik Kalimantan Barat.

Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »