www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Jangan Biarkan Hutan Jadi Kenangan!

Posted by On 02.58

Jangan Biarkan Hutan Jadi Kenangan!

Salah satu Orangutan yang diamankan petugas saat berada di Mako SPORC, Pontianak, Kalimantan Barat (22/8/2017).KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Salah satu Orangutan yang diamankan petugas saat berada di Mako SPORC, Pontianak, Kalimantan Barat (22/8/2017).

KOMPAS.com - Pilu yang tak terperi rasanya saat mendapati kenyataan bahwa perlahan, Indonesia bukan lagi Zamrud Khatulistiwa. Zamrud adalah batu mulia berwarna hijau yang indah tiada tara.

Lantas, warna hijau sejatinya adalah simbol dari lebatnya hutan di Tanah Air. Sementara itu, hutan yang terus terpelihara adalah jaminan hidup bagi seluruh makhluk di dunia.

Mari simak fakta sebagaimana warta hari an Kompas bertajuk " Hutan di Sumatera Tersisa 29 Persen". (Baca: Hutan di Sumatera Tersisa 29 Persen)

Ternyata, penyusutan luas hutan di Sumatera selama 16 tahun terakhir sangat tajam. Pada 2000, hutan masih seluas 15,3 juta hektar, tetapi 2016 tersisa 13,4 juta hektar. Kondisi ini dipicu maraknya pembukaan perkebunan monokultur dan permukiman yang tidak terkendali.

Hal itu dikatakan Direktur Pemanfaatan Ruang, Kementerian Agraria, dan Tata Ruang Dwi Haryawan dalam diskusi bertajuk ”Strategi Perwujudan Pengelolaan di Koridor Rimba” di Jambi, Rabu (25/1/2017).

Acara yang digelar Kementerian Agraria dan Tata Ruang bersama WWF ini diikuti berbagai unsur satuan kerja pemerintah daerah pada 6 kabupaten di 3 provinsi, yakni Jambi, Riau, dan Sumatera Barat.

Dikatakan, Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Sumatera menetapkan kelestarian kawasan berfungsi lindung vegetasi hutan tetap paling sedikit 40 persen dari l uas Pulau Sumatera, sesuai kondisi ekosistemnya.

”Ini berarti penyusutan hutan telah jauh di bawah target ketersediaan kawasan hutan yang perlu dilindungi,” kata Dwi.

Hutan Batangoru yang berada di tiga kabupaten di Sumatera Utara, menjadi benteng terakhir hutan yang dimiliki Sumatera UtaraKOMPAS.com / Mei Leandha Hutan Batangoru yang berada di tiga kabupaten di Sumatera Utara, menjadi benteng terakhir hutan yang dimiliki Sumatera UtaraLuas Pulau Sumatera sekitar 46 juta hektar. Sementara itu, data Forest Watch Indonesia menunjukkan, hutan alam Sumatera tersisa 11,4 juta hektar. Penyebabnya adalah alih fungsi hutan untuk tanaman industri, perkebunan, dan pertambangan.

Jika tanpa upaya pemulihan dan perbaikan tata kelola hutan, diprediksi dalam 10 tahun ke depan, hutan alam Sumatera hanya akan tersisa 16 persen dari total luas pulau itu.

Perkebunan m onokultur

Salah satu yang menjadi tantangan dalam catatan warta di atas adalah ikhwal perkebunan monokultur. Istilah lain monokultur adalah pertanaman tunggal atau salah satu cara budidaya di lahan pertanian dengan menanam satu jenis tanaman pada satu hamparan areal (lanskap).

Cara budidaya ini meluas praktiknya sejak paruh kedua abad ke-20 di dunia. Monokultur menjadikan penggunaan lahan efisien karena memungkinkan perawatan dan pemanenan secara cepat dengan bantuan mesin pertanian dan menekan biaya tenaga kerja karena keseragaman tanaman yang ditanam.

Di Indonesia, kelapa sawit adalah tanaman monokultur yang menjadi kelaziman. Pasalnya, tanaman berbentuk pohon yang tingginya bisa mencapai 24 meter itu adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel).

 Minyak kelapa sawit bisa dibuat berbaga   i makanan olahan, termasuk cokelat buatan yang banyak dikonsumsi masyarakat.Kompas.com/Josephus Primus Minyak kelapa sawit bisa dibuat berbagai makanan olahan, termasuk cokelat buatan yang banyak dikonsumsi masyarakat.Merujuk informasi dari laman katadata.co.id, luas lahan perkebunan sawit Indonesia pada 2016 diperkirakan mencapai 11,67 hektar.

Jumlah itu terdiri dari perkebunan rakyat seluas 4,76 juta hektar, perkebunan swasta 6,15 juta hektar, dan perkebunan negara 756.000 hektar berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Sementara itu, data dari laman gapki.id per 13 Oktober 2017 menunjukkan pada Agustus 2017, ekspor minyak sawit Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) menyentuh angka 2,98 juta ton. Angka itu naik 24 persen ketimbang pencapaian ekspor pada Juli 2017, menunjukkan betapa pentingnya kelapa sawit bagi Indonesia.

"Indonesia penghasil kelapa sawit terbesar di dunia," tutur R&D Division Head Sinarmas Agrobusiness and Food Dr Paul Wassell saat menjelaskan pengolahan minyak kelapa sawit untuk makanan kepada beberapa media, termasuk Kompas.com, Rabu (8/11/2017).

Selanjutnya, pada laman ditjenbun.pertanian.go.id, ada catatan bahwa pemerintah sangat menaruh perhatian terhadap pengembangan komoditas kelapa sawit di Tanah Air.

Kelapa sawit saat ini merupakan komoditas strategis, mengingat perannya sebagai penghasil devisa terbesar dari non-migas, sumber lapangan kerja, pembangunan ekonomi regional, dan pemberantasan kemiskinan.

UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan telah mengamanatkan pembangunan perkebunan harus berpedoman pada prinsip-prinsip perkebunan berkelanjutan.

Catatan juga menunjukkan bahwa sampai dengan Agustus 2017, sumbangan devisa dari kelapa sawit menyentuh angka Rp 239 triliun. Sementara itu, luas lahan kelapa sawit di Indonesia hingga periode itu mencapai 11,9 juta hektar.

Produksi kelapa sawit yang berkelanjutan sebagai jawaban

Untuk menjaga perannya itu, maka prinsip berkelanjutan menjadi penting. Hal ini pula yang diusung oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil ( RSPO).

Standar RSPO menekankan pada upaya untuk mencegah dibukanya area yang memiliki nilai-nilai konservasi yang tinggi, termasuk hutan primer, lahan gambut, serta kawasan dengan populasi spesies langka, terancam, dan hampir punah.

Upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari perubahan fungsi lahan dan operasional produksi minyak kelapa sawit juga wajib menjadi perhatian pelaku usaha kelapa sawit yang menerapkan standar RSPO.

Sawit merupakan salah satu sektor pertanian menjanjian untuk rakyat IndonesiaBerry Subhan Putra/Kompas.com Sawit merupakan salah satu sektor pertanian menjanjian untuk rakyat Indonesia
Penekanan RSPO menyangkut pula memb angun komunikasi dengan masyarakat lokal, utamanya terkait pemindahan hak penggunaan lahan untuk perkebunan sawit dengan mengacu pada ketentuan Free Prior Informed Consent (FPIC).

Konsep yang diusung dari Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Adat (UNDRIP) itu bertujuan untuk memastikan adanya persetujuan dari masyarakat lokal terkait pembangunan kelapa sawit berdasarkan informasi yang disampaikan di awal dan tanpa adanya paksaan.
Berdasarkan penekanan itu, tujuan dari keberadaan RSPO adalah mempromosikan pertumbuhan dan penggunaan produk minyak sawit berkelanjutan dengan menggunakan sebuah standar internasional yang kredibel dan dengan memastikan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan di industri kelapa sawit.

Asosiasi nirlaba yang dibentuk pada 2004 ini mempersatukan berbagai aktor di industri kelapa sawit untuk menjadikan minyak sawit berkelanjutan sebagai norma, yakni mulai dari pekebun kelapa sawit dan petani kecil, hingga pengguna minyak kelapa sawit, melip uti pengolah minyak sawit, produsen barang-barang konsumen, dan pengecer.

RSPO juga melibatkan aktor-aktor di luar pelaku utama produksi kelapa sawit, tetapi juga berperan penting pada terciptanya industri kelapa sawit berkelanjutan, seperti bank dan investor, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) di bidang konservasi lingkungan dan sosial untuk memastikan aspek lingkungan dan aspek sosial menjadi bagian dari standar RSPO.

Melalui langkah-langkah tersebut, maka peran kelapa sawit diharapkan tetap lestari, yang tidak lain ditujukan demi kemaslahatan rakyat Indonesia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Serba-serbi soal Sawit Berkelanjutan

Terkini Lainnya

Pertemuan IMF-World Bank, Pelindo III Diminta Kebut Pembangunan Terminal Penumpang

Pertemuan IMF-World Bank, Pelindo III Diminta Kebut Pembangunan Terminal Penumpang

Bisnis 22/12/2017, 17:55 WIB Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Jadwal Operasional BCA

Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Jadwal Operasional BCA

Rilis 22/12/2017, 17:39 WIB Kembali Cetak Rekor, IHSG Menguat ke Level 6.221

Kembali Cetak Rekor, IHSG Menguat ke Level 6.221

Keuangan 22/12/2017, 17:00 WIB BI: Kenaikan Rating Fitch Refleksi Persepsi Investor terhadap Ekonomi Indonesia

BI: Kenaikan Rating Fitch Refleksi Persepsi Investor terhadap Ekonomi Indonesia

Makro 22/12/2017, 16:43 WIB Sidak, Menteri Budi Karya 'Semprot' Petugas ASDP Labuan Bajo

Sidak, Menteri Budi Karya "Semprot" Petugas ASDP Labuan Bajo

Mak ro 22/12/2017, 16:38 WIB Pendekar Bodoh Luncurkan D'Cost Express

Pendekar Bodoh Luncurkan D'Cost Express

Bisnis 22/12/2017, 16:17 WIB Widhi, Penerbang Perempuan 'Penantang' Ganasnya Medan Papua

Widhi, Penerbang Perempuan "Penantang" Ganasnya Medan Papua

Inspirasi 22/12/2017, 15:24 WIB Masih Rugi Besar, Garuda Diminta Menteri Rini Lakukan Pembenahan

Masih Rugi Besar, Garuda Diminta Menteri Rini Lakukan Pembenahan

Makro 22/12/2017, 15:13 WIB

Perlu 22 Tahun Bagi Indonesia untuk Dapat Kenaikan Rating Fitch

Makro 22/12/2017, 15:02 WIB Menko Luhut Tegaskan Bali Aman, Pertemuan IMF-World Bank Tak Terganggu

Menko Luhut Tegaskan Bali Aman, Pertemuan IMF-World Bank Tak Terganggu

Makro 22/12/2017, 15:02 WIB Pesawat Delay Berjam-jam, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Pesawat Delay Berjam-jam, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Bisnis 22/12/2017, 14:52 WIB Jangan Biarkan Hutan Jadi Kenangan!

Jangan Biarkan Hutan Jadi Kenangan!

BrandzView 22/12/2017, 14:09 WIB Pengelolaan Bandara Banyuwangi Harus Lebih Profesional

Pengelolaan Bandara Banyuwangi Harus Lebih Profesional

Makro 22/12/2017, 13:46 WIB Anak Usaha Pelindo II Melantai di Bursa Efek Indonesia

Anak Usaha Pelindo II Melantai di Bursa Efek Indonesia

Makro 22/12/2017, 13:09 WIB 10 Fakta dari Google tentang Populasi Digital di    Indonesia dan Dunia

10 Fakta dari Google tentang Populasi Digital di Indonesia dan Dunia

Makro 22/12/2017, 13:04 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »