www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pakar Belanda Kritisi Cara Kerja Pemadam Kalbar

Posted by On 13.55

Pakar Belanda Kritisi Cara Kerja Pemadam Kalbar

Pakar Belanda Kritisi Cara Kerja Pemadam Kalbar

Ia juga mengkritik banyaknya air yang disemprotkan saat berada di lokasi kebakaran.

Pakar Belanda Kritisi Cara Kerja Pemadam KalbarTRIBUN PONTIANAK/STEVEN GREATNESSPakar Senior Pemadam dari Belanda, Cdt Jean Luijten memperlihatkan foto pemadam menyemprotkan banyak air tapi tidak tampak api di lokasi kebakaran.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pakar Senior Pemadam dari Belanda atau Firechief Brandweer Maastricht, Cdt Jean Luijten mengkritik cara kerja dan buruknya pemadam kebakaran yang ada di Kalimantan Barat, khususnya Pontianak.

(Baca: Ini Pesan Pakar Senior Belanda Kepada Pemadam Swasta Kalbar)

Menurut dia, saatnya Kota Pontianak memiliki trainning center dan membutuhkan satu komando di lapangan saat terjadi kebakaran.

"Saya melihat cara kerja pemadam di sini tak efektif mulai dari komandan hingga anggotanya. Kita butuh satu komando di lapangan dan kedepan ada trainning center," ujar Jean pada hari kedua memberi materi pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) pemadam kebakaran di aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (30/11/2017).

(Tonton: Puluhan Petugas Damkar Dibekali Teknik Pemadaman Kebakaran, Ini Yang Jadi Harapan Panitia!)

Ia mengatakan, cara kerja pemadam kebakaran di Kalimantan Barat tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Alasannya hampir semua pemadam yang bertugas di lapangan tidak ada proteksi dan sangat membahayakan keselamatan diri.

"Pemadam sini tak ada proteksi, tak pakai sarung tangan, penutup wajah, sepatu, dan helm. Ada juga yang berdiri di atas mobil tangki semprotkan air, itu sangat bahaya. Ini bukan hanya terjadi di sini (Kalbar) tapi terjadi di Asia," tutur Jean.

Ia juga mengkritik banyaknya air yang disemprotkan saat berada di lokasi kebakaran.

"Di Eropa tak ada api, kami tak semprot. Air sini juga kotor banyak bakteri sehingga membahayakan pemadam. Saya paham karena biasanya, pemadam tiba korban langsung minta padamkan rumahnya yang terbakar," ujarnya.

Pakar Senior Pemadam dari Belanda, Cdt Jean Luijten menunjukan aplikasi di handphone yang menginformasikan bahan mudah meledak.
Pakar Senior Pemadam dari Belanda, Cdt Jean Luijten menunjukan aplikasi di handphone yang menginformasikan bahan mudah meledak. (TRIBUN PONTIANAK/STEVEN GREATNESS)

Jean men egaskan, ketika tiba di lokasi kebakaran langkah pertama yang harus dilakukan adalah selamatkan korban jika ada, bukan padamkan api dulu.

"Selamatkan atau lindungi yang belum terbakar, baru ke titik api atau objek yang terbakar," katanya.

Menurut Jean, di Indonesia ketika terjadi kebakaran sering satu blok habis terbakar karena tak pakai teknik yang tepat. Selain itu, saat kebakaran masih ada warga yang mendekat dan menonton, padahal yang boleh berada di lokasi hanya petugas dan mobil pemadam.

"Bahkan saya lihat ada yang selfie di lokasi kebakaran. Saya rasanya mau nangis melihatnya. Polisi harus ambil alih, tak ada warga yang boleh mendekat." tandasnya.

Penulis: Steven Greatness Editor: Steven Greatness Sumber: Tribun Ponti anak Ikuti kami di Video Detik-detik Pramugari Lion Air Tampar Penumpang, Berujung Lapor Polisi Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »