www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Masih Rendah, Berikut Peserta Program JKN-KIS di Kalbar

Posted by On 09.12

Masih Rendah, Berikut Peserta Program JKN-KIS di Kalbar

Masih Rendah, Berikut Peserta Program JKN-KIS di Kalbar

Namun diakuinya cakupan kepesertaan untuk Kalimantan Barat (Kalbar) masih terbilang rendah.Angka cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan

Masih Rendah, Berikut Peserta Program JKN-KIS di KalbarTRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINIDeputi Direksi Wilayah Banten, Kalimantan Barat Dan Lampung BPJS Kesehatan, Benjamin Saut Parulian.

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Deputi Direksi Wilayah Banten, Kalimantan Barat Dan Lampung BPJS Kesehatan, Benjamin Saut Parulian mengungkapkan cakupan kepesertaan program JKN-KIS secara nasional sudah mencapai 183 juta atau sekitar 70 persen penduduk Indonesia.

Namun diakuinya cakupan kepesertaan untuk Kalimantan Barat (Kalbar) masih terbilang rendah.

"Kalbar sendiri cakupan kepesertaannya baru di angka 2,6 juta atau sekitar 5,5 persen. Pertumbuhannya lamban dibandingkan provinsi lain. Artinya kita memang perlu mengoptimalkan cakupan JKN-KIS di Provinsi Kalbar karena terbilang masih rendah dibandingkan pertumbuhan kepesertaan di provinsi lainnya," ujar Benjamin, Rabu (29/11/2017).

(Baca: Merasa Prihatin! Sejumlah Tokoh, Pengusaha dan Politisi Galang Dana Bantu Paryadi )

Angka cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kalbar kata Benjamin juga jauh di bawah nasional.

"Target Januari 2019, minimal harus 95 persen artinya kita masih ketinggalan sekitar 15 persen. Analisa saya penyebabnya selain kurangnya peran Pemda. Seperti di ketahui tidak ada anggaran di tingkat provinsi, selain itu ada keterbat asan dari kabupaten kota," ujar Benjamin.

(Baca: Jabat Kapolda Kalbar, Brigjen Didi Akan Ikuti Gaya Kepemimpinan Irjen Arief )

Peran Pemda kata Benjamin terus ditingkatkan melalui sosialisasi dan koordinasi.

Ia mengatakan perlu peran pemerintah daerah dalam memperluas cakupan kepesertaan program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Juga meminta peran masyarakat untuk mensukseskan program pemerintah dengan mendaftarkan diri menjadi peserta program JKN-KIS.

"Masalahnya masyarakat juga belum mempunyai kesadaran, makanya kita mengimbau masyarakat jangan mendaftarkan diri setelah sakit. Selain tidak mengetahui kapan sakit kita juga tidak mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan. Kita intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat peserta JKN-KIS," ujarnya.

(Baca: LIVE STREAMING Arsenal vs Huddersfield Town - Catatan Unik The Gunners )

Benjamin mengatakan 2017 pemerintah menargetkan 77 persen penduduk menjadi peserta JKN, 36 persen atau sekitar 94,4 juta penduduk miskin dan tidak mampu ditargetkan tercakup dalam BPI JKN.

"Berbagai upaya perbaikan pengelolaan program strategi dan inovasi perluasan kepesertaan kita lakukan termasuk penguatan monev terpadu JKN. Kita juga sosialisasi dan edukasi kepada penerima iuran untuk dialokasikan oleh provinsi. Adanya Inpres nomor 8 tahun 2017 tentang optimalisasi JKN-KIS
akan memperkuat sinergi dan optimalisasi peran Pemda nantinya akan semakin kuat," ujarnya.

Penulis: Maskartini Editor: Nasaruddin Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Video Detik-detik Pramugari Lion Air Tampar Penumpang, Berujung Lapor Polisi Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »