www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

BATAN: Bangka dan Jepara Cocok untuk Lokasi PLTN

Posted by On 18.44

BATAN: Bangka dan Jepara Cocok untuk Lokasi PLTN

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. (Foto: Pixabay)
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sudah masuk dalam Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025. Menurut Undang Undang tersebut, pembangunan PLTN dimulai pada 2015-2019 dengan standar keamanan yang ketat. Namun, sampai saat ini pengembangan energi nuklir masih wacana. Meski pemerintah belum memutuskan apakah energi nuklir akan digarap atau tidak, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus melakukan riset-riset agar kelak pengembangan nuklir dapat dikebut jika diputuskan 'go nuklir'.

Baca Juga :

  • Perlukah RI Kembangkan Energi Nuklir?
  • Arcandra Kumpulkan Ahli-ahli Nuklir, Bahas Wacana Pengembangan PLTN
Ada beberapa lokasi yang sudah diteliti BATAN dan dinilai layak untuk lokasi PLTN. Berikut penjelasan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, kepada kumparan (kumparan.com):Apa saja yang sudah dilakukan BATAN untuk mendukung pengembangan energi nuklir?BATAN sudah menyelesaikan banyak hal. Pertama persiapan infrastruktur. Tahun 2009 sudah di-review oleh Badan Tenaga Atom Internasional dan tinggal pekerjaan rumah dari sisi komitmen nasional, masalah manajemen, dan stakeholder involvement. Yang lain sudah siap. Kemudian kita juga sudah melakukan studi tapak di Jepara, Semenanjung Muria (Jawa Tengah), dan Bangka Belitung. Itulah yang sudah dilakukan Batan maupun oleh Kementerian ESDM. Dari hasil penelitian BATAN, apakah PLTN layak dibangun di Jepara, Semenanjung Muria, dan Bangka Belitung?BATAN punya kewenangan dari sisi teknis, kalau misalnya tingkat penerimaan masyarakat, sisi politisnya itu sisi lain. Kita bergerak di sisi teknis seperti apakah kondisi geologisnya cukup stabil, potensi gempa, tsunami, atau potensi bencana lain itu minim atau tidak. Kalau kita lihat dari sisi itu, baik Semenanjung Muria maupun Jepara, layak secara teknis terlepas dari misalnya masyarakatnya banyak yang menolak. Memang itu tidak diukur. Kalau Jepara dan Semenanjung Muria potensi gempanya kecil, tidak bisa dikatakan sama sekali tidak ada potensi gempa. Demikian pula Kalimantan. Mereka daerah-daerah yang relatif stabil. Daerah Indonesia mana yang sama sekali tidak ada gempa? Tapi di sana relatif stabil dibanding misalnya Aceh, Jawa bagian selatan, Sumatera Barat yang punya potensi gempa cukup besar. Kita juga melakukan pra feasibility study di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat serta daerah-daerah lain, termasuk di Bangka dan yang saat ini berlangsung di NTB. Jadi kita menyiapkan beberapa daerah andai pemerintah pusat ingin memutuskan lokasi untuk PLTN.Tidak mesti daerah yang potensi gempan ya relatif besar tidak bisa dibangun PLTN. Teknologi bisa menyelesaikan itu. Tapi prioritas utama kita adalah daerah yang potensi gempanya relatif kecil.Bagaimana hasil jajak pendapat yang dilakukan BATAN, apakah masyarakat Indonesia mendukung keberadaan PLTN?Kita meminta organisasi independen, dibiayai oleh negara. Sampai tahun lalu kita lakukan secara nasional, ada 4.000 responden di berbagai kota. 2010 sampai 2014 kita juga melakukan khusus di Bangka Belitung. Kalau yang nasional, tingkat penerimaan cukup tinggi kecuali tahun 2011 ketika ada kecelakaan Fukushima sehingga hasilnya di bawah 50%. Di Bangka Belitung lebih rendah lagi, tahun 2010 35%, 2011 hanya 28%, terus naik lagi sampai 2014 di atas 50%. Secara nasional tinggi, 3 tahun terakhir di atas 70%, bahkan tahun lalu 77,53%. Kelemahan dari PLTN harus kita ceritakan juga, ada siklus politik 5 tahunan seperti Pilkada dan Pemilu, padahal membangun PLTN butuh waktu lebih dari 5 tahun. Bisa jadi 10 tahun. Faktor politik ini yang mungkin menyebabkan kita belum bisa memutuskan apakah kita mau go nuklir atau tidak.Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »