www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Terkait Musibah KM Dhama Kencana II, Anggota DPR RI Pertanyakan Standar Pengawasan Melaut

Posted by On 09.49

Terkait Musibah KM Dhama Kencana II, Anggota DPR RI Pertanyakan Standar Pengawasan Melaut

Kapal Dharma Kencana II Terbakar

Terkait Musibah KM Dhama Kencana II, Anggota DPR RI Pertanyakan Standar Pengawasan Melaut

Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, tujuan Pontianak, Kalimantan Barat, itu terbakar di 47 mil barat laut Karimunjawa.

Terkait Musibah KM Dhama Kencana II, Anggota DPR RI Pertanyakan Standar Pengawasan MelautTRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWAAnggota DPR RI Dapil Kalbar dari Fraksi Gerindra, Katherine Oendoen

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seperti yang dilansir oleh Tribun , diberitakan Ka pal KM Dharma Kencana II dilaporkan terbakar di perairan barat laut Pulau Karimunjawa, Minggu pagi, 29 Oktober 2017.

Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, tujuan Pontianak, Kalimantan Barat, itu terbakar di 47 mil barat laut Karimunjawa.

Terkait peristiwa tersebut, anggota DPR RI Dapil Kalbar dari Fraksi Gerindra, Katherine Oendoen menyatakan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa terbakarnya kapal yang bertolak ke Pontianak tersebut.

(Baca: DPR RI minta Selidiki Penyebab Kapal Terbakar )

Peristiwa terbakarnya Kapal baru baru ini mengindikasikan sistem pengawasan yang masih buruk, terutama terkait Standar Kelayakan Kapal untuk melaut.

"Hal ini harus menjadi bahan evaluasi bagi Departemen Perhubungan dan instansi yang terkait," katanya, Minggu (29/10/2017).

(Baca: Kronologi Kapal Tujuan Pontianak Terbakar, Ternyata Sumber Api dari Area Ini )

Anggota DPR RI Dapil Kalb ar ini juga menginginkan adanya sanksi tegas bagi perusahaan pelayaran yang terbukti lalai dalam memenuhi syarat kelayakan melaut.

Perlu dipahami, katanya, bahwa sertifikat untuk melaut merupakan upaya untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.

Termasuk di dalamnya prosedur dan keselamatan di atas kerja, ataupun pengawasan terhadap kargo dan bahan bahan yang tidak seharusnya dibawa ke dalam kapal.

Tindakan tegas perlu diambil kepada pihak pihak yang mengabaikan peraturan keselamatan di laut.

"Tiap penumpang berhak untuk mendapat jaminan keselamatan ketika berpergian menggunakan kapal," ungkapnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano Editor: Dhita Mutiasari Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di M engaku Tolak Undangan Presiden Jokowi dan Menteri, Ustaz Ini Malah Banjir Pujian Sumber: Tribun Pontianak

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »