Pemerintah Kampanyekan Imunisasi MR di Pontianak Kalimantan ...

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Pemerintah Kampanyekan Imunisasi MR di Pontianak Kalimantan ...

Berita 24 Indonesia
Kamis, 02 Agustus 2018
Pemerintah Kampanyekan Imunisasi MR di Pontianak Kalimantan ...

Pemerintah Kampanyekan Imunisasi MR di Pontianak Kalimantan Barat

Sasaran tersebut dipilih karena sekitar 80 persen virus campak dan rubella bersirkulasi pada usia kurang dari 15 tahun.

Pemerintah Kampanyekan Imunisasi MR di Pontianak Kalimantan BaratTRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWAFoto bersama Pj Gubernur Kalbar bersama jajaran dan Staf Ahli Bidang Ekonomi Kementrian Kesehatan

Citizen Reporter
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
drg. Widyawati, MKM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tahun ini telah masuk fase II program imunisasi Measles dan Rubella (MR) secara massal di 28 provinsi, dengan sasaran an ak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

Sasaran tersebut dipilih karena sekitar 80 persen virus campak dan rubella bersirkulasi pada usia kurang dari 15 tahun.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI beserta pemerintah daerah Pontianak Kalimantan Barat, Rabu (1/7/2018), lakukan kampanye imunisasi MR untuk mengawali imunisasi massal fase II di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap mengatakan Indonesia berkomitmen eliminasi MR di tahun 2020.

Eliminasi tersebut tidak akan tercapai bila hanya mengandalkan imunisasi rutin saja.

Baca: Suasana Bincang-bincang GM Hotel Golden Tulip Pontianak dan GM Business Tribun Pontianak

“Imunisasi rutin saja belum cukup untuk mencapai eliminasi campak, begitupun dengan rubella. Dan untuk akselerasi pengendalian campak dan rubella perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan MR. Maka perlu imunisasi MR serentak bagi usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya,” kata Andy Jap, yang hadir pada kegiatan tersebut.

Kegiatan kampanye imunisasi MR ini, lanjut Andy, khusus di Kota Pontianak diintegrasikan dengan pemberian vitamin A kepada Balita yang merupakan program rutin setiap Agustus.

Imunisasi MR secara massal ini sebagai salah satu cara mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella atau congenital rubella syndrome pada 2020.

Imunisasi ini dilakukan untuk memutus penularan virus campak dan rubella, sehingga diperlukan cakupan imunisasi minimal 95% di seluruh tingkat wilayah.

Jika cakupan imunisasi itu tercapai, maka dapat melindungi kelompok usia yang lebih tua termasuk ibu hamil agar tidak tertular virus rubella. Selanjutnya imunisasi MR akan masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin secara bertahap diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD/Sederajat.

Kampanye imunisasi MR fase II dilaksanakan pada Agustus â€" September 2018 dengan jumlah sasaran sekitar 31.963.154 anak di 28 provinsi, 395 kabupaten /kota, 4.884 kecamatan, 6.369 Puskesmas, 52.482 desa di luar pulau jawa.

Baca: Mulai 9 Agustus, NAM Air Layani Rute Penerbangan Tanjung Selor dan Malinau Tujuan Balikpapan

Berbagai kegiatan sosialisasi dan advokasi kepada tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dinas pendidikan, kanwil Kemenag, dan berbagai lintas program dan lintas sektor terkait telah dilaksanakan secara berjenjang.

Pada imunisasi MR fase II ini telah disiapkan vaksin MR sebanyak 43.949.340 dosis, alat suntik (auto disable syringe) 0,5 ml sebanyak 35. 159.472 dan 5 ml sebanyak 4.394.934 buah, dan safety box sebanyak 395.544 buah.

Imunisasi MR fase 1 telah dilaksanakn selama agustus-september 2017 di seluruh wilayah di Pulau Jawa dan telah berhasil mencapai target cakupan nasional 100,98% dengan jumlah anak yang telah diimunisasi adalah 35.307.148 anak.

Editor: madrosid Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Makam Dibongkar, PRT yang Disekap 11 Tahun Masih Pakai Baju Dibalut Kafan, Kesaksian Majikan Janggal Sumber: Berita Kalimantan Barat