GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

IPC Mulai Pembangunan Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak

IPC Mulai Pembangunan Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak

Yoga Sukmana Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masasya di Sela-sela Acara WIEF 2016��������������������������������������������������������������������������������������…

IPC Mulai Pembangunan Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masasya di Sela-sela Acara WIEF 2016Yoga Sukmana Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masasya di Sela-sela Acara WIEF 2016

PONTIANAK, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia II ( Pelindo II) atau Indonesia Port Corporations (IPC) memulai pembangunan Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat. Pembangunan terminal tersebut merupakan upaya IPC untuk pengembangan Pelabuhan Pontianak.

Sebab, lahan di Pelabuhan Pontianak saat ini cukup terbatas dan hal itu diperparah dengan sedimentasi sungai yang menyebabkan kapal besar sulit bersandar.

"Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing akan menjadikan Pelabuhan Pontianak sebagai pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan. Keberadaan terminal ini akan memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus mendekatkan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim," jelas Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (11/4/2018).

Elvyn kemudian menambahkan, keberadaan Terminal Kijing mampu membuat kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat demi memaksimalkan potensi alam di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat.

Baca juga : Anak Usaha Pelindo II Melantai di Bursa Efek Indonesia

Adapun pembangunan tahap I Terminal Kijing diprediksi bakal rampung dibangun dan mulai beroperasi pada 2019 mendatang.

Terminal tersebut nantinya akan dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi peralatan bongkar muat modern.

"Pengoperasian Terminal Kijing akan mendorong pertu mbuhan arus barang dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta pengembangan industri dan pertambangan di Kalimantan," imbuh Elvyn.

Pada pembangunan tahap pertama, IPC akan membangun empat terminal, yakni terminal multipurpose, terminal curah cair, terminal curah kering, dan terminal peti kemas.

Untuk terminal peti kemas, Elvyn menerangkan kapasitasnya diproyeksi bisa mencapai satu juta TEUs, sedangkan untuk terminal curah cair dan curah kering masing-masing berkapasitas 8,3 juta ton dan 15 juta ton.

"Sementara untuk terminal multipurpose, pada tahap pertama diproyeksikan mencapai 500 ribu ton per tahun," sambung Elvyn.

Selain itu, dalam pengembangan tahap pertama IPC juga akan membangun lapangan penumpukan, gudang, tank farm, silo, jalan, lapangan parkir, kantor pelabuhan, kantor instansi, jembatan timbang, dan fasilitas penunjang lainnya.

Kemudian untuk luasan dermaga yang akan dibangun pada tahap awal IPC mengalokasikan 15 hektar untuk dermaga curah kering, 7 hektar untuk dermaga multipurpose, 9,4 hektar untuk dermaga peti kemas, dan 16,5 hektar untuk dermaga curah cair.

"Pengembangan Terminal Kijing akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK sehingga akan membantu percepatan pertumbuhan ekonomi khususnya di Kalimantan Barat," pungkas Elvyn.


Terkini Lainnya

Keamanan Pangan Jadi Perhatian, Pahami Empat Hal In   i

Keamanan Pangan Jadi Perhatian, Pahami Empat Hal Ini

Rilis 11/04/2018, 17:42 WIB ADB: Ada Lapangan Kerja yang Hilang karena AI dan Robot

ADB: Ada Lapangan Kerja yang Hilang karena AI dan Robot

Makro 11/04/2018, 16:47 WIB OJK: Likuiditas Bank Muamalat Masih Berjalan Baik

OJK: Likuiditas Bank Muamalat Masih Berjalan Baik

Keuangan 11/04/2018, 16:44 WIB Jasa Marga Prediksi Volume Lalu Lintas di Gerbang Tol Cikarang Melonjak 81 Persen saat Lebaran

Jasa Marga Prediksi Volume Lalu Lintas di Gerbang Tol C ikarang Melonjak 81 Persen saat Lebaran

Bisnis 11/04/2018, 16:38 WIB  Holding Migas Resmi Berdiri

Holding Migas Resmi Berdiri

Makro 11/04/2018, 16:30 WIB Kerja Sama Indonesia dan Afrika Memerlukan Program yang Sistematis

Kerja Sama Indonesia dan Afrika Memerlukan Program yang Sistematis

Makro 11/04/2018, 15:28 WIB ADB: Reformasi Struktural Tumbuhkan Iklim Investasi di Indonesia

ADB: Reformasi Struktural Tumbuhkan Iklim Investasi di Indonesia

Makro 11/04/2018, 14:44 WIB Rumput Laut dan Turunannya Bisa Tetap Diekspor ke AS

Rumput Laut dan Turunannya Bisa Tetap Diekspor ke AS

Rilis 11/04/2018, 14:34 WIB Sri Mulyani Proyeksi Defisit RAPBN 2019 di Bawah 2 Persen

Sri Mulyani Proyeksi Defisit RAPBN 2019 di Bawah 2 Persen

Makro 11/04/2018, 14:15 WIB Bappenas: KPBU dan PINA Solusi Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia

Bappenas: KPBU dan PINA Solusi Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia

Rilis 11/04/2018, 14:09 WIB ADB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,3 Persen Tahun Ini

ADB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,3 Persen Tahun Ini

Rilis 11/04/2018, 13:58 WIB Zuckerberg Pidato di Senat AS, Saham Facebook Sentuh Rekor Tertinggi 2 Tahun

Zuckerberg Pidato di Senat AS, Saham Facebook Sentuh Rekor Tertinggi 2 Tahun

Keuangan 11/04/2018, 13:58 WIB Ini Masalah Bank Muamalat yang Disampaikan OJK ke Komisi XI

Ini Masalah Bank Muamalat yang Disampaikan OJK ke Komisi XI

Keuangan 11/04/2018, 13:48 WIB Soekarno-Hatta Ungguli    Changi sebagai Bandara Tersibuk, Ini Kata Bos AP II

Soekarno-Hatta Ungguli Changi sebagai Bandara Tersibuk, Ini Kata Bos AP II

Bisnis 11/04/2018, 13:44 WIB IPC Mulai Pembangunan Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak

IPC Mulai Pembangunan Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak

Rilis 11/04/2018, 11:50 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Tidak ada komentar