KPU Kalbar: LHKPN ITu Ranahnya KPK

Iklan Semua Halaman

Header Menu

KPU Kalbar: LHKPN ITu Ranahnya KPK

Berita 24 Indonesia
Jumat, 19 Januari 2018
KPU Kalbar: LHKPN ITu Ranahnya KPK

Pilgub Kalbar

KPU Kalbar: LHKPN ITu Ranahnya KPK

LHKPN menjadi dokumen administrasi syarat pencalonan yang harus dipenuhi oleh setiap bakal pasangan calon (bapaslon).

KPU Kalbar: LHKPN ITu Ranahnya KPKTRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINOKetua KPU Provinsi Kalimantan Barat, Umi Rifdyawati.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat Umi Rifdyawati menegaskan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) merupakan ranah Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI).

LHKPN menjadi dokumen adm inistrasi syarat pencalonan yang harus dipenuhi oleh setiap bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah sesuai peraturan berlaku.

Tidak hanya Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub), namun juga Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwako) dan Pemilihan Bupati-Wakil Bupati (Pilbup).

"LHKPN itu ranahnya KPK. Bukti pelaporannya harus dilampirkan dalam dokumen syarat pencalonan. Sekarang mekanisme sudah online, kalau dulu manual. Online lebih memudahkan. Sekarang harus pakai tanda terima online dari KPK yang ada barcode-nya," ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Jumat (19/1/2018) sore.

Baca: Keren! Durian Serumbut Entikong Jadi Jamuan Istimewa di Istana Presiden

Namun sepengetahuan dirinya, LHKPN berisi rekapitulasi aset bergerak, aset tidak bergerak, piutang, hutang dan beberapa pos-pos akuntansi terkait kekayaan pribadi lainnya milik masing-masing bapaslon.

"Misalnya, kita mengklaim punya tanah sekian hektare, maka harus disertakan sertifikatnya. Seperti itu harus dilengkapi. Contoh lain punya tabungan ratusan juta atau lebih, harus dilampirkan dengan rekeningnya. Nanti KPK yang memverifikasi sampai selesai. Terus direkap dan diumumkan," tukasnya.

Seperti diketahui, KPK RI merilis secara terbuka Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bakal calon (Balon) gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota se- Indonesia melalui website http://kpk.go.id/id/pantau- pilkada-indonesia.

Balon wakil gubernur Kalbar Ria Norsan menjadi Balon paling tajir dengan harta mencapai Rp 29.972.630.668. Jumlah kekayaan Ria Norsan ini sudah terverifikasi oleh KPK.

Dari data KPK, LHKP milik Norsan disampaikan pada 8 Januari 2018. Pasangan Ria Norsan, Sutarmidji tercatat memiliki harta kekayaan Rp 5.284.013.890.

Balon yang memiliki harta terbanyak kedua yakni Pensong dengan nilai Rp 18.426.741.069. Khusus untuk Kartius, KPK masih melakukan verifi kasi. Status LHKPN Kartius terdeteksi dalam proses verifikasi.

Balon ketiga dengan harta fantastis yakni Milton Crosby yakni mencapai Rp 12.106.254.720. Pasangannya, Boyman Harun memiliki harta kekayaan mencapai Rp 2.425.364.268

KPK juga merilis harta kekayaan Karolin Margret Natasa yang mencapai Rp 4.700.140.067 dan pasangannya Suryadman Gidot Rp 4.938.524.906.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino Editor: Rizky Zulham Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Pergoki Suami dan Selingkuhan, Reaksi Istri Sabar dan Lemah Lembut Bikin Keduanya tak Berkutik Sumber: Google News | Ber ita 24 Kalbar