Dana Pihak Ketiga Kalbar Capai Rp51,19 Triliun, Berikut ...

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Dana Pihak Ketiga Kalbar Capai Rp51,19 Triliun, Berikut ...

Berita 24 Indonesia
Kamis, 04 Januari 2018
Dana Pihak Ketiga Kalbar Capai Rp51,19 Triliun, Berikut ...

Dana Pihak Ketiga Kalbar Capai Rp51,19 Triliun, Berikut Kontrisbusi Bank Syariah

perbankan Kalbar pada akhir triwulan III 2017 adalah sebesar Rp51,19 triliun

Dana Pihak Ketiga Kalbar Capai Rp51,19 Triliun, Berikut Kontrisbusi Bank SyariahTRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINIKepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Posisi dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh perbankan Kalimantan Barat (Kalbar) pada akhir triwulan III 2017 tumbuh sebesar 11,90 persen.

Meski suku bunga tabungan mengalami penurunan namun minat masyarakat menyi mpan dana di perbankan masih tinggi.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan hal tersebut dikarenakan motif menyimpan uang ada bermacam-macam.

Selain untuk berjaga-jaga, motif lain kata Dwi adalah mencari keuntungan (spekulasi) dan untuk bertransaksi.

Selama triwulan III 2017 posisi dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh perbankan Kalbar pada akhir triwulan III 2017 adalah sebesar Rp51,19 triliun.

Jumlah tersebut hanya sekitar 1,00 persen dari total DPK nasional yang mencapai Rp5,142 triliun. Di wilayah Kalimantan, jumlah nominal DPK perbankan Kalbar berada di posisi kedua setelah Kalimantan Timur dengan tingkat pertumbuhan terbesar kedua setelah Kalimantan Tengah.

"DPK perbankan Kalbar pada triwulan berjalan tumbuh sebesar 11,90 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2017 sebesar 8,23 persen yoy dan triwulan III 2016 yang hanya sebesar 5,16 persen yoy," ujar Dwi pad a Kamis (4/1/2018).

Dwi mengatakan DPK perbankan Kalbar tersebut sebesar Rp50,18 triliun atau 98,02 persen merupakan DPK dalam jenis valuta rupiah sedangkan sisanya
sebesar Rp1,01 triliun atau 1,98 persen berbentuk Valuta Asing (Valas).

Kontribusi perbankan konvensional terhadap pengumpulan DPK kata Dwi masih mendominasi yaitu sebesar 92,96 persen atau senilai Rp61,73 triliun atau tumbuh moderat sebesar 2,94 persen (yoy). Sedangkan kontribusi perbankan syariah baru mencapai 7,04 persen atau senilai Rp4,68 triliun namun tumbuh tinggi sebesar 20,79 persen (yoy).

Dari sisi jenis DPK, tabungan masih mendominasi dengan pangsa 52,10 persen diikuti oleh deposito sebesar 32,68 persen dan giro sebesar 15,22 persen. "Secara tahunan tabungan mengalami pertumbuhan pada level 11,60 persen (yoy), sedangkan deposito mengalami pertumbuhan pada level 14,54 persen (yoy) dan giro tumbuh 7,59 persen (yoy)," ujar Dwi.

Sementara itu, suku bunga tertimbang (SBT) setiap jenis DPK cenderung stabil meskipun Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan Bank Indonesia 7-day (Reverse) Repo Rate (BI 7DRR)10 pada Agustus dan September 2017. "Adapun besaran suku bunga acuan BI7DRR pada akhir triwulan III 2017 adalah 4,25 persen," ujarnya.

Penulis: Maskartini Editor: madrosid Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Penampakan Aisyah Bahar, Gadis Cantik Lulusan Terbaik Unhas yang Meninggal saat Tadarus & Puasa Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar