Minim Infrastruktur dan Sembako Murah, Warga Perbatasan Ancam ...

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Minim Infrastruktur dan Sembako Murah, Warga Perbatasan Ancam ...

Berita 24 Indonesia
Rabu, 20 Desember 2017
Minim Infrastruktur dan Sembako Murah, Warga Perbatasan Ancam ...

Minim Infrastruktur dan Sembako Murah, Warga Perbatasan Ancam Golput

Warga perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Kalimantan Barat ini mengancam golput pada pemilu mendatang.

Minim Infrastruktur dan Sembako Murah, Warga Perbatasan Ancam Golputvia Antaranews.comSebuah pemandangan tentang buruknya infrastruktur jalan raya di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kecamatan Puring Kencana, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Kondisi jalkan raya yang sangat buruk ini salah satunya menyebabkan distribusi BBM memakan waktu yang lama. (Antara/Timotius)

WARTA KOTA, PALMERAH -- Warga perbatasan antara Republik Indonesia dan Kerajaan Malaysia di Kecamatan Puring Kencana , wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mengancam tidak akan mengunakan hak pilih alias golput pada pemilu mendatang.

Merasa kurangnya perhatian pemerintah terhadap daerah setempat terutama dalam pembangunan infrastruktur menjadi alasan mereka di balik ancaman itu.

"Kami berencana memilih golput pada pemilu mendatang bukan tidak beralasan. Selama ini kami di daerah perbatasan tidak diperhatikan oleh pemerintah, sementara kami selalu menjaga NKRI," kata Kepala Dusun Langau, Desa Langau, Kecamatan Puring Kencana, Lusianus Adam (59) yang ditemui Antara, Selasa.

Ia menjelaskan sudah puluhan tahun kondisi infrastruktur seperti jalan dan jembatan tidak pernah diperhatikan secara serius.

Masyarakat di perbatasan hidup di tengah keterbatasan, sehingga lebih memilih berbelanja dan memenuhi kebutuhan hidup ke negara jiran, Malaysia.

"Jika pakai sepeda motor dari Langau hanya 20 menit saja sudah sampai ke Malaysia. Dengan kondisi itu pun kami m asih setia menjaga NKRI, tapi perhatian pemerintah di mana," ucap Lusianus kecewa.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dusun Sungai Antu, Kepala Desa Sungai Antu, Kecamatan Puring Kencana, Bonifasius Efendy. Selama ini, tuturnya, warga perbatasan belum menikmati buah kemerdekaan.

"Kami sangat malu terhadap negara tetangga. Pembangunan di Malaysia sangat maju, sementara kami di perbatasan ini hanya bisa merenungi, kenapa kami seperti dianaktirikan," kata Efendy.

Efendy mengungkapkan, masyarakat perbatasan sangat mencintai Indonesia, namun mereka merasa pemerintah mengabaikan pembangunan di perbatasan. "Mulai sembako dan pembangunan infrastruktur kami sangat tertinggal," katanya.

"Kami berharap Presiden Joko Widodo segera merealisasikan pembangunan untuk perbatasan, karena kami adalah beranda depan bangsa Indonesia. Wajah Indonesia itu tempatnya di perbatasan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyar akat Kantor Camat Puring Kencana, Andreas Adi menjelaskan ancaman masyarakat untuk golput itu merupakan salah satu ekspresi kekesalan karena kurangnya perhatian Pemerintah dan DPRD.

"Masyarakat cukup kecewa karena memang warga sangat mengharapkan perhatian pembangunan, tetapi sampai saat ini kondisi jalan dan jembatan rusak berat," jelas Andreas.

Meskipun demikian, kata Andreas, belakangan ini beberapa kegiatan pembangunan sudah mulai masuk seperti pembangunan rumah sakit dan SPBU serta sejumlah lainnya pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Yang dibutuhkan masyarakat itu jalan dan jembatan, listrik dan air bersih, karena itu semua adalah kebutuhan dasar," pinta Andreas.

Editor: YB Willy Pramudya Sumber: Antara Ikuti kami di Ikuti Firasat Cek Jok Motor, Ibu 3 Anak Bongkar Perselingkuhan Suami yang Diulang Lagi dengan Janda Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar