GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ekspor Batik Capai USD 51,15 Juta hingga Oktober 2017

Ekspor Batik Capai USD 51,15 Juta hingga Oktober 2017

Ekspor Batik Capai USD 51,15 Juta hingga Oktober 2017 Reporter: Muhammad Hendartyo Editor: Martha Warta …

Ekspor Batik Capai USD 51,15 Juta hingga Oktober 2017

Ekspor Batik Capai USD 51,15 Juta hingga Oktober 2017 Reporter:

Muhammad Hendartyo

Editor:

Martha Warta

Kamis, 21 Desember 2017 09:46 WIB
Ekspor Batik Capai USD 51,15 Juta hingga Oktober 2017

Pekerja tengah merapikan batik khas Kalimantan Barat di Gedung Semsco, Jakarta, 13 Oktober 2014. Negara tujuan ekspor batik terbesar adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Korea Selatan. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta â€" Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan nilai ekspor batik dan produk batik hingga Oktober 2017 mencapai US$ 51,15 juta (Rp 664 miliar) atau naik dari capaian semester pertama 2017 yang sebesar US$ 39,4 juta (Rp 511 miliar). Adapun tujuan pasar utama ekspor batik adalah Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Industri batik berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor yang didominasi industri kecil dan menengah (IKM) ini mampu menyumbang devisa negara yang cukup signifikan dari ekspor.

Baca: Menteri Airlangga: Batik Warna Alam Meningkatkan Peluang Pasar

“Industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional. Indonesia menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia,” kata Gati dalam keterangan tertulis, Rabu, 20 Desember 2017.

Adapun potensi ekonomi industri busana muslim terlihat dari kontribusinya terhadap produk domestik br uto (PDB) yang mencapai Rp 54 triliun dari total nilai Rp 181 triliun dari sumbangan industri fashion Tanah Air. Industri busana muslim diperkirakan menyerap 1,1 juta orang tenaga kerja dari total 3,8 juta tenaga kerja industri fashion.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Organisasi Konferensi Islam (OKI), saat ini nilai ekspor industri busana muslim Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 7,18 miliar, berada di posisi ketiga terbesar dunia setelah Bangladesh (US$ 22 miliar) dan Turki (US$ 14 miliar).

“Indonesia termasuk dalam lima besar negara anggota OKI eksportir fashion muslim di dunia, dengan nilai market share berada pada angka 1,6 persen. Konsumsi domestik tahun 2017 mencapai 1,8 ton, tahun 2020 ditargetkan akan berada pada angka 2,2 juta ton. Kini Indonesia berada di urutan keempat sebagai negara konsumen fashion muslim terbesar di dunia,” ujar Gati.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, di te ngah persaingan global yang semakin kompetitif dan dinamis, preferensi konsumen terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat. “Kehadiran batik warna alam mampu menjawab tantangan tersebut dan diyakini dapat meningkatkan peluang pasar saat ini,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu.

Terkait
  • Menteri Airlangga: Batik Warna Alam Meningkatkan Peluang Pasar

    Menteri Airlangga: Batik Warna Alam Meningkatkan Peluang Pasar

    4 jam lalu
  • Mencuci Batik, Ikuti Tips dari Desainer Barli Asmara

    Mencuci Batik, Ikuti Tips dari Desainer Barli Asmara

    6 jam lalu
  • Kiat Mencuci Batik dengan Mesin dari Barli Asmara

    Kiat Mencuci Batik dengan Mesin dari Barli Asmara

    23 jam lalu
  • Ramaniya Koleksi Natal 2017 Alleira Batik

    Ramaniya Koleksi Natal 2017 Alleira Batik

    2 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Listrik Papua, Jokowi: Hotel Presiden Saja Byar-Pet 3 Kali

    Listrik Papua, Jokowi: Hotel Presiden Saja Byar-Pet 3 Kali

    16 jam lalu
  • Lolos Tes CPNS, Banyak Peserta Dibantu Bimbel

    Lolos Tes CPNS, Banyak Peserta Dibantu Bimbel

    1 hari lalu
  • Aqua Didenda 13 M, Dinyatakan KPPU Melakukan Praktik Monopoli

    Aqua Didenda 13 M, Dinyatakan KPPU Melakukan Praktik Monopoli

    1 hari lalu
  • Tiga Jam Melantai, Nilai Saham Campina Ice Cream Melejit

    Tiga Jam Melantai, Nilai Saham Campina Ice Cream Melejit

    1 hari lalu
  • Foto
  • Cantiknya Maria Selena di Peluncuran Pertamax Turbo Versi Baru

    Cantiknya Maria Selena di Peluncuran Pertamax Turbo Versi Baru

    19 jam lalu
  • Berburu Pernak-pernik Natal di Kawasan Glodok

    Berburu Pernak-pernik Natal di Kawasan Glodok

    2 hari lalu
  • Cafe di Sawah ini Raih Omset Rp 4 Miliar dalam Setahun

    Cafe di Sawah ini Raih Omset Rp 4 Miliar dalam Setahun

    3 hari lalu
  • Pabrik Tekstil Perintis yang Bertahan di Tengah Gempuran Zaman

    Pabrik Tekstil Perintis yang Bertahan di Tengah Gempuran Zaman

    5 hari lalu
  • Video
  • Ada Kecap Bebas GMO di Pameran Ekonomi PDIP

    Ada Kecap Bebas GMO di Pameran Ekonomi PDIP

    2 hari lalu
  • 350 Pelaku Usaha Ikuti Pameran Ekonomi, Gotong Royong PDIP

    350 Pelaku Usaha Ikuti Pameran Ekonomi, Gotong Royong PDIP

    2 hari lalu
  • Pengunjung Citywalk Berburu Diskon

    Pengunjung Citywalk Berburu Diskon

    3 hari lalu
  • BNI Gandeng Perusahaan Fintech untuk Perluas Agen

    BNI Gandeng Perusahaan Fintech untuk Perluas Agen

    5 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Pembangkit Listrik EBT Mangkrak, BPK Temukan Rp 1,17 T Hilang

  • 2

    BPK: Target Energi Baru Terbarukan 2025 Diperkirakan Tak Tercapai

  • 3

    Siap-siap, PNS Baru Bisa Gajian 3 Januari 2018

  • 4

    Tinjau Pembangunan Bandara, Jokowi Puji Keindahan Nabire

  • 5

    Listrik Papua, Jokowi: Hotel Presiden Saja Byar-Pet 3 Kali

  • Fokus
  • Kisruh Pembelian RS Sumber Waras

    Kisruh Pembelian RS Sumber Waras

  • PPATK Telisik Transaksi Mencurigakan 747 T, Siapa 19 Pelakunya?

  • Ekosistem Startup di Indonesia Dianggap Tertinggal dari Singapura

    Ekosistem Startup di Indonesia Dianggap Tertinggal dari Singapura

  • KPK: Meski Ada Nama yang Raib, Dakwaan Setya Novanto Tetap Sah

    KPK: Meski Ada Nama yang Raib, Dakwaan Setya Novanto Tetap Sah

  • Terkini
  • 3 Alasan Utama Generasi Milenial Enggan Membeli Rumah

    3 Alasan Utama Generasi Milenial Enggan Membeli Rumah

    1 jam lalu
  • Pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono Meninggal Dunia

    Pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono Meninggal Dunia

    2 jam lalu
  • Sri Mulyani Beri Hormat ke Seluruh Perempuan di Hari Ibu

    Sri Mulyani Beri Hormat ke Seluruh Perempuan di Hari Ibu

    2 jam lalu
  • Kemenperin: 17 Juta Tenaga Kerja Terserap di Sektor Manufaktur

    Kemenperin: 17 Juta Tenaga Kerja Terserap di Sektor Manufaktur

    2 jam lalu
  • Ekspor Batik Capai USD 51,15 Juta hingga Oktober 2017

    Ekspor Batik Capai USD 51,15 Juta hingga Oktober 2017

    3 jam lalu
  • Dorong IKM, Mendag Siapkan Delapan Aturan Relaksasi

    Dorong IKM, Mendag Siapkan Delapan Aturan Relaksasi

    4 jam lalu
  • Menteri Airlangga: Batik Warna Alam Meningkatkan Peluang Pasar

    Menteri Airlangga: Batik Warna Alam Meningkatkan Peluang Pasar

    4 jam lalu
  • Cicilan Properti Memberatkan? Rem Kebutuhan Gaya Hidup

    Cicilan Properti Memberatkan? Rem Kebutuhan Gaya Hidup

    6 jam lalu
  • Sebelum Lulus Kuliah Saat yang Tepat Investasi Properti, Caranya?

    Sebelum Lulus Kuliah Saat yang Tepat Investasi Properti, Caranya?

    7 jam lalu
  • Milenial Mendominasi Potential Buyer, tapi Enggan Beli Properti

    Milenial Mendominasi Potential Buyer, tapi Enggan Beli Properti

    7 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Daya Jangkau Rudal Balistik Iran Mencapai Eropa dan India

    Berbagai rudal balistik Iran diperkirakan mampu menghantam Eropa. Jangkauannya mencapai 2.500 kilometer.

    Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

    Tidak ada komentar