GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bandara Pontianak Makin Keren, Yuk Wisata ke Kalbar

Bandara Pontianak Makin Keren, Yuk Wisata ke Kalbar

Bandara Pontianak Makin Keren, Yuk Wisata ke Kalbar Jumat, 29 Desember 2017 | 23:18 Share this post : INDOPOS.CO.ID - Bandara internasional Supadio P…

Bandara Pontianak Makin Keren, Yuk Wisata ke Kalbar

Bandara Pontianak Makin Keren, Yuk Wisata ke Kalbar Jumat, 29 Desember 2017 | 23:18 Share this post :

INDOPOS.CO.ID - Bandara internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, punya "wajah" dan fasilitas baru. Wisatawan yang datang dijamin bakal terkesima. Petualangan menyusuri eksotisme dan keindahan Kalimantan Barat pun bakal semakin berkesan. Yuk ke Kalbar!.

Bicara pariwisata, Pontianak dan Kalimantan Barat pada umumnya memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Provinsi yang dijuluki "Seribu Sungai" ini punya potensi besar dalam pengembangan pariwisata. Budaya, kearifan lokal masyarakat, alam, kuliner, semuanya siap memanjakan wisatawan.

"Kalbar memiliki 1.986 desa, aneka ragam seni, budaya dan adat istiadat, keka yaan alam, dimana semuanya merupakan potensi besar menjadi destinasi unggulan," ujar Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis.

Salah satu yang menjadi unggulan, tentunya adalah Sungai Kapuas. Inilah sungai terpanjang di Kalimantan. Bahkan di Indonesia. Dengan menyusuri sungai ini, wisatawan akan dapat melihat kearifan kehidupan masyarakat setempat. Sekaligus menyaksikan berbagai bangunan-bangunan bersejarah.

Untuk bisa menikmati wisata susur Sungai Kapuas, wisatawan bisa memilih layanan Kapal Bandong. Yakni kapal kayu yang didesain sedemikian rupa untuk wisatawan. Ukuran kapalnya cukup besar. Terdapat dua bagian. Atas dan bawah. Mau pilih di bagian atas atau bawah, sama enaknya.

Sebab sebagian besar kapal memang dibiarkan terbuka. Sehingga wisatawan bisa melempar pandangan ke berbagai sudut di sepanjang Sungai Kapuas.

Wisatawan akan diajak berlayar melintasi bawah Jembatan Kapuas. Juga Kampung Banjar Serasan. Wisatawan juga bisa melihat bangun an bersejarah Masjid Jami dan Istana Kadriah. Selain itu, Tugu Khatulistiwa juga terlihat.

Selama di perjalanan, wisatawan juga bisa sambil menikmati sajian kuliner yang khas.

Untuk biaya, jangan takut. Cukup terjangkau. Bahkan bisa dibilang sesuai dengan kantong. Baik wisatawan mancanegara, nusantara, bahkan backpacker sekalipun. Hanya Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per penumpang.

Pemerintah provinsi Kalbar pun akan mengembangkan wisata Sungai Kapuas ini. Rute yang lebih panjang telah disiapkan. Yakni dari Danau Sentarum di Kapuas Hulu sampai ke Pontianak.

Kalimantan Barat juga punya budaya yang sangat menarik untuk dijelajahi lebih jauh. Bahkan Kementerian Pariwisata telah menetapkan dua event berskala nasional yang ada di Kalimantan Barat.

Pertama adalah Cap Go Meh Singkawang, yang pada tahun 2018 akan dilangsungkan pada tanggal 3 Maret. Event ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun, tepatnya hari ke-15 setelah perayaan Tahun Bar u Imlek. Ratusan tatung/loya melakukan parade mengelilingi kota dengan atraksi-atraksi ekstrem. Beserta sekelompok pemukul gendang untuk mengusir roh jahat.

Inilah event pariwisata berbasis budaya Tionghoa yang menjadi salah satu andalan dalam mendatangkan wisatawan ke Kalimantan Barat.

Kemudian festival kelas nasional di Kalimantan Barat yang juga didukung Kementerian Pariwisata, adalah Festival Danau Sentarum. Di tahun 2018 mendatang, festival ini akan dilangsungkan pada 27 hingga 29 Oktober 2018. Tepatnya di dekat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau.

Festival Danau Sentarum akan menyuguhkan pameran produk kratif masyarakat dan kuliner setempat. Untuk memeriahkan acara, juga akan digelar konser musik, perlombaan sumpit internasional, perlombaan gasing, perlombaan sampan, dan gelaran Jantung Borneo.

Pemilihan penyelenggaraan di lokasi ini, juga bertujuan untuk mendukung program Presiden Joko Widodo. Yakni membangun dari daerah terluar.

Sehingga melalui kegiatan ini, membuat kehidupan daerah perbatasan lebin maju dan sejahtera. Wisatawan dari negara tetangga Malaysia, diharapkan dapat menyeberang sehingga memberi kontribusi langsung terhadap masyarakat.

Selain di Badau, Kapuas Hulu, event-event yang menjaring wisatawan negara tetangga atau yang disebut wisatawan crossborer juga akan banyak digelar di tempat lainnya di Kalimantan Barat. Yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Yakni Sambas (Paloh dan Sajingan Barat), Bengkayang (Siding dan Jagoi Babang), Sintang (Ketunggu Hulu dan Ketunggu Tengah), dan Sanggau (Entikong dan Sekayam).

Tahun lalu, Sanggau, Entikong, Sambas dan Aruk banjr wisman asal Malaysia. Pemicunya even crossborder tourism yang digelar Kemenpar. Dari mulai suguhan musik dangdut, Melayu, permainan rakyat, budaya Dayak, semuanya sukses membius warga Malaysia.

Tahun ini pun acara-acara serupa, dengan konsep yang lebih menarik, akan dihadirkan Kemen terian Pariwisata.

Soal amenitas, tidak perlu risau. Tidak perlu ragu. Berbagai hotel tersebar. Mulai dari kelas Bintang 4 hingga homestay, banyak pilihan. Di Pontianak saja, jumlah kamarnya mencapai 3.123. Semuanya sudah siap menyambut wisatawan.

Contoh konkretnya adalah saat pelaksanaan Karnaval Kemerdekaan yang dihadiri Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 lalu. Lebih dari 6.000 orang menghadiri kegiatan Karnaval Kemerdekaan kala itu. Dan semuanya terlayani dengan baik.

Hal ini menunjukkan telah siapnya Kalimantan Barat dalam menyambut wisatawan.

Pemilihan Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai lokasi karnaval kemerdekaan pun menunjukkan bahwa Kalimantan Barat memiliki banyak sumber daya khatulistiwa yang bisa ditunjukkan ke dunia.

Gubernur Kalbar, Cornelis, mengatakan, ada empat langkah strategis yang akan dilakukan pemerintah dalam pengembangan pariwisata. Yakni memperkuat pemasaran dan promosi pariwista, pengembangan destinasi pa riwisata dan pengembangan industri pariwista. Serta pengembangan institusi pariwisata dengan sasaran riset dan penguatan organisasi pariwisata daerah.

"Semua itu semakin ditunjang dengan hadirnya terminal baru Bandara Supadio, Pontianak," ujar Cornelis.

Hal senada dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia mengatakan, Kalimantan Barat punya potensi besar.

"Jangan lupa, Kalimantan Barat juga punya budaya yang kuat dari masyarakat Dayak. Yang tentunya sangat menarik bagi wisatawan," ujar Menpar Arief Yahya.

Ia pun menekankan pada konsep crossborder tourism yang dikemas Kemenpar di berbagai wilayah di Kalimantan Barat.

"Kalimantan Barat punya itu semua. Saya yakin konsep ini akan menarik minat wisman karena banyak agenda wisata yang menarik. Apalagi pos lintas batas sudah bagus sehingga makin memudahkan warga Malaysia dan Brunei berkunjung melalui jalur darat,” katanya.

Dengan pola seperti ini, man tan Dirut Telkom itu yakin, akan bermunculan banyak peluang bisnis barui di wilayah perbatasan. Perbatasan tidak lagi sepi, tidak lagi dianggap sebagai daerah pinggiran. Tetapi justru menjadi wilayah terdepan Indonesia.

“Karena itu, menggerakkan perekonomian masyarakat di perbatasan dengan Crossborder Festival itu akan semakin konkret. Apalagi ada pengusaha lokal dari daerah sana yang bergerak, itu akan sangat kuat multiplying effect-nya. Di Pariwisata itu setiap investasi yang ditanamkan, akan berdampak 170 persen buat masyarakat di sekitar itu,” kata dia.(lis/ags)

Kembali Kemenpar 300 x 250e-PermormanceLPSEPPIDJDIHN

Tweets by KemenparekrafSumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Tidak ada komentar