GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Permakum Kalbar Tuntut Usut Tuntas Kasus Mega Korupsi e-KTP

Permakum Kalbar Tuntut Usut Tuntas Kasus Mega Korupsi e-KTP

Permakum Kalbar Tuntut Usut Tuntas Kasus Mega Korupsi e-KTP Permakum mendukung aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus korupsi mega proyek pengadaan KTP Elektro…

Permakum Kalbar Tuntut Usut Tuntas Kasus Mega Korupsi e-KTP

Permakum Kalbar Tuntut Usut Tuntas Kasus Mega Korupsi e-KTP

Permakum mendukung aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus korupsi mega proyek pengadaan KTP Elektronik atau e-KTP.

Permakum Kalbar Tuntut Usut Tuntas Kasus Mega Korupsi e-KTPTRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINOPuluhan mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Hukum (Permakum) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa damai di Tugu Digulis Untan Pontianak, Kamis (23/11/2017) siang.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK â€" Puluhan mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Hukum (Permakum) K alimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa damai di Tugu Digulis Untan Pontianak, Kamis (23/11/2017) siang.

Mereka berasal dari tiga perguruan tinggi berbeda yakni Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Dalam aksinya, Permakum mendukung aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus korupsi mega proyek pengadaan KTP Elektronik atau e-KTP yang mengakibatkan kerugian uang negara sebesar Rp 2,3 Triliun.

(Baca: Isi Tuntutan Permakum Kalbar Terhadap Pemerintah, Jika Tidak Digubris Ini Ancamannya )

Berbagai spanduk, banner dan kertas karton dibentangkan saat demo. Terlihat beberapa tulisan pada material itu diantaranya Tangkap Koruptor, Save KPK Delete Koruptor, serta tulisan lainnya. Mereka juga lantang meneriakkan orasi melawan perbuatan korupsi dan menegakkan supremasi hukum.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPB Pontianak, Jemi Hansiwela n menegaskan aksi bertujuan menyuarakan perang terhadap segala bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Masyarakat membutuhkan kebangkitan hukum karena negara Indonesia adalah negara hukum.

“Permakum Kalbar merasa sadar dan terpanggil. Kami turun ke jalan bukan untuk mempertontonkan siapa lebih hebat berbicara. Tapi, kami mengundang supaya masyarakat bisa menaruh konsentrasi lebih terhadap proses penegakan hukum, khususnya korupsi e-KTP,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Kamis (23/11/2017).

Jemi mengatakan semua pihak mungkin sudah tahu bahwa dalam proses pengadaan e-KTP banyak hal tidak beres. Sebut saja, proses tender e-KTP yang dimenangkan oleh perusahaan asing. Dengan kata lain data Warga Negara Indonesia (WNI) berada di tangan asing.

Halaman selanjutnya 123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino Editor: Rizky Zulham Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Guru Perempuan Paksa Muridnya Berhubungan Badan! Ancamannya Bikin Mikir Dua Kali Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Tidak ada komentar