www.AlvinAdam.com


Berita 24 Kalimantan Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Indonesia Menari 2017 goyang tiga kota

Posted by On 14.49

Indonesia Menari 2017 goyang tiga kota

Keterangan Gambar : Salah satu peserta meramaikan acara Indonesia Menari 2017 di Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat (19/11/2017) © Beritagar.id / Indra Rosalia

Total ada 3.000 orang menari secara serentak di kota Jakarta, Bandung, dan Solo.

Salah satu peserta meramaikan acara Indonesia Menari 2017 di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).
Salah satu peserta meramaikan acara Indonesia Menari 2017 di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).
© Indra Rosalia /Beritagar .id

Keriuhan terjadi di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Minggu (19/11/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. Tempat perbelanjaan di sekitar Tugu Selamat Datang itu menjadi salah satu arena tarian massal Indonesia Menari 2017 yang diselenggarakan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pengeras suara mengumandangkan sebuah lagu yang merupakan aransemen dari beberapa lagu daerah. Ada dari Aceh ("Bungong Jeumpa"), Kalimantan Barat ("Cik Cik Periuk"), Jawa Barat ("Cingcangkeling"), Maluku ("Rasa Sayange"), Sulawesi Utara ("Si Patokaan"), dan Nusa Tenggara Timur ("Gemu Fa Mi Re").

Di lorong-lorong lantai 1 mal besar itu, berbagai kelompok penari beraksi seirama mengikuti lagu. Mereka semua mengenakan kostum tradisional. Di panggung besar, tiga pesohor turut menari; Fero Walandouw, Marcell Darwin, dan Yuki Kato.

Selain Grand Indonesia, 23 Paskal Shopping Centre di Bandung dan Mall The P ark di Solo juga menjadi lokasi Indonesia Menari 2017. Total ada 3.000 orang menari secara serentak. Mereka terdiri dari perorangan, berbagai komunitas generasi muda, sanggar tari, komunitas pecinta tari, sekolah, dan universitas.

"Indonesia Menari merupakan salah satu upaya Bakti Budaya Djarum Foundation untuk mengenalkan seni tari tradisional Indonesia dengan cara yang mudah dan menyenangkan," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

"Konsep masih sama: tarian tradisional yang dikemas dengan modern, ditarikan massal dan menggunakan lagu-lagu daerah yang diaransemen ulang, koreografernya Rosmala (Sari Dewi, dari CIOFF Indonesia, red.)," jelas Billy Gamaliel, perwakilan Bakti Budaya.

"Melihat antusiasme peserta, di Jakarta itu kuota penari ada 1.500 orang dengan pendaftar 1.800-an. Jadi kami nge-cut sekitar 300-an yang enggak bisa ikutan karena kuotanya mencukupi. Kami senang berarti pesan yang disampaikan y aitu konsep menari dengan seru bisa diterima oleh masyarakat," jelas Billy.

Sorot kebahagiaan terpancar dari mata anak-anak Sanggar Yusnita yang memenangi ajang Indonesia Menari 2017 cabang Jakarta di  Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).
Sorot kebahagiaan terpancar dari mata anak-anak Sanggar Yusnita yang memenangi ajang Indonesia Menari 2017 cabang Jakarta di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).
© Indra Rosalia /Beritagar.id

Dalam Indonesia Menari 2017 cabang Jakarta, Sanggar Tari Yusnita keluar sebagai pemenang. Komunitas yang berisi para penari berusia 9 hingga 12 tahun ini berhak mendapat hadiah Rp25 juta.

Anita Leman, perwakilan Sanggar Yusnita, menyatakan kunci kemenangan kelompoknya dalam Indonesia Menari 2017 cabang Jakarta. "Power, pola lantai, kekompakan, dan energiknya mereka."

Begitu technical meeting digelar oleh Bakti Budaya, sanggar yang bermarkas di Matraman, Jakarta Timur, ini langsung latihan selama dua minggu. "Waktu yang agak sulit. Kami bagi waktu setelah semua pulang sekolah. Habis Maghrib, latihan."

Kostum untuk peserta yang semuanya perempuan juga tak lupa direncanakan, menggunakan fusion (kombinasi) berbagai kostum tradisional di Indonesia. "Kostum saya kombinasikan daerah Kalimantan, celananya dari Jawa, Batak, ada juga dari Sulawesi, dan aksesorinya lebih ke modern," ujar Anita.

Aksi para pesohor meramaikan Indonesia Menari 2017 di  Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).
Aksi para pesohor meramaikan Indonesia Menari 2017 di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).
© Indra Rosalia /Beritagar.id

Jika para penari muda dari Sanggar Yusnita sudah antusias bahkan berprestasi; para pesohor Fero, Marcell, dan Yuki, sepakat berusaha memperkenalkan seni tari tradisional kepada anak-anak zaman sekarang.

"Kami diajari sama penari yang masih 18 tahun. Tapi dia bagus, semangatnya bagus," seru Fero. "Untuk keep-up (dengan si pengajar) yang susah. Tapi diajari sama anak 18 tahun yang lebih jago dari kita-kita, itu bikin aku senang sendiri. Dia masih kecil dance dia keep-up terus sampai sekarang sudah ke luar negeri," timpal Yuki.

"Biarpun gue awalnya enggak bisa menari, cuma pas gue diajari, ternyata gue bisa. Enggak jago-jago amat, tapi bisa. Ternyata menari itu enggak susah. Gampang asal kita mau. Gue terlahir untuk menari, hehehe," tutup Marcell.

Solo tak kalah ramai

Solohits, pemenang ajang Indonesia Menari 2017 cabang Solo yang diselenggarakan di Mall The Park pada saat bersamaan dengan Jakarta dan Bandung pada Minggu (19/11/2017).
Solohits, pemenang ajang Indonesia Menari 2017 cabang Solo yang diselenggarakan di Mall The Park pada saat bersamaan dengan Jakarta dan Bandung pada Minggu (19/11/2017).
© Ivan /Beritagar.id

Seperti halnya di Mal Grand Indonesia, Mall The Park di Solo juga "pecah" oleh antusiasme warga untuk ikut menari secara massal. Ribuan orang peserta memadati mal yang diklaim terbesar di Solo itu.

Juara pertama di Solo adalah kelompok Solohits yang dipimpin oleh Laksana Fri Atmaja. Saking antusiasnya, enam orang anggota kelompok ini latihan selama sebulan hingga mengorbankan aktivitas masin g-masing anggota.

"Kami sangat puas dan bangga dengan hasil ini. Namun, dari awal pun kami tidak ada pikiran bisa menang, di dalam pikiran kami, apapun hasilnya nanti yang penting kami sudah melakukan yang terbaik. Kami sudah bertekad, meski dari berbeda-beda (kota), kami adalah satu," ujar Laksana.

Mereka mengenakan kostum yang disebut "Nusantara". Mirip dengan kostum Sanggar Yusnita dari Jakarta, ternyata kostum Solohits juga merupakan fusion.

"Di dalam kostum ini ada campuran dari Papua, Jawa (batik) yang dikombinasikan dengan songket, serta Kalimantan, dan Bali," jelas Laksana.

Sementara pesohor di kota Solo yang ikut meramaikan adalah aktris Ayushita dan penyanyi Rangga Moela. Mereka latihan selama dua hari, sehari di Jakarta, dan sehari lagi ketika sudah tiba di Solo.

"Grogi mah enggak, justru kami antusias banget sama acara ini," ujar Ayushita sumringah.

"Ini upaya yang sangat luar biasa dan haru s terus dijalankan, karena memang yang kita butuhkan sebagai seniman ya itu dapat eksposur dari media, dapat dukungan dari pemerintah. Insya Allah, ini akan berkembang baik," jelas Ayushita.

Ditulis oleh: Indra Rosalia Ivan JDD
  • Gigi dan proyek solo para personelnya Gigi dan proyek solo para personelnya
  • Straight Outta Compton film sukses ketujuh Universal Pictures Straight Outta Compton film sukses ketujuh Universal Pictures
  • Adipati Dolken ubah citra lewat film Jenderal Soedirman Adipati Dolken ubah citra lewat film Jenderal Soedirman
MUAT LAGI Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »